Makassar – Belum hilang dari ingatan publik kasus hilangnya Bilqis, bocah 4 tahun yang sempat menghebohkan Kota Makassar, kini warga kembali dibuat was-was. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 8 bulan berinisial IMH, warga Jalan Manggala Dalam, Kecamatan Manggala, dilaporkan hilang pada Rabu sore (26/11/2025) dan baru ditemukan keesokan harinya, Kamis pagi (27/11/2025), dalam kondisi selamat namun membuat banyak pertanyaan menggantung.
IMH ditemukan menginap di rumah seorang kakek berusia 72 tahun bernama Hiryanto di Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya berjarak hampir 10 kilometer dari rumah bocah tersebut.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengungkapkan bahwa IMH terakhir terlihat tengah bermain di sekitar rumah pada Rabu sekitar pukul 16.00 Wita. Di momen itulah, menurut Semuel, bocah tersebut nyaris tertabrak motor, sebelum kemudian dihampiri oleh Hiryanto yang melintas berjalan kaki.
“Anak itu ditemukan sekitar jam 7 pagi. Pencarian dilakukan sejak malam bersama warga setelah informasi menyebar di grup-grup komunitas Manggala,” ujar Semuel.Terekam CCTV, Berjalan Bersama Kakek, Hingga Naik Angkot Biru
Rentetan kejadian mulai terungkap setelah polisi mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV di berbagai titik. Video memperlihatkan Hiryanto menggandeng IMH berjalan kaki di depan Mapolsek Manggala, lalu melintas di beberapa ruas jalan hingga tertangkap kamera sedang menaiki angkot biru di wilayah Manggala.
Rekaman itulah yang menjadi kunci personel Polsek Manggala menelusuri keberadaan anak tersebut.
“Dari CCTV terlihat jelas keduanya bergerak terus hingga keluar wilayah Manggala. Itu yang mempercepat penelusuran kami,” jelas Kompol Semuel.Ditemukan Menginap di Rumah Kakek: Dugaan Pikun Jadi Sorotan
IMH akhirnya ditemukan menginap di rumah Hiryanto di Paccerakkang. Polisi langsung menjemput keduanya dan membawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun motif sang kakek masih menjadi teka-teki. Semuel mengatakan, kondisi Hiryanto yang sudah lanjut usia dan diduga mengalami pikun membuat pemeriksaan tidak berjalan maksimal.
“Untuk modusnya belum dapat disimpulkan. Keterangan beliau berubah-ubah, dan kondisi kesehatannya juga sudah tidak stabil,” ujar Kapolsek.
Pemeriksaan terhadap IMH juga terhambat karena bocah tersebut diduga masih memiliki keterbatasan dalam berbicara dan berkomunikasi.
Meski perjalanan IMH bersama orang asing memicu kekhawatiran para orang tua, polisi memastikan kondisi bocah itu baik.
“Kami sudah memeriksa fisiknya bersama orang tuanya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tegas Kompol Semuel.
Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah kejadian ini murni tindakan spontan dari seorang lansia yang mengalami kepikunan, atau ada unsur kelalaian lain yang perlu dipertanggungjawabkan.(***)







