Sinjai – Vidio yang viral melalui akun Facebook Andi Amri Saiful Arma mengungkapkan kenyataan pahit yang tak terhindarkan: Kabupaten Sinjai semakin tenggelam dalam jerat premanisme dan tambang ilegal. Kali ini, aktivis HMI MPO Cabang Sinjai menjadi korban intimidasi dan penghadangan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga terkait dengan tambang galian C ilegal. Aksi brutal ini bukan hanya tanda keberanian para pelaku kekerasan, melainkan bukti nyata betapa lemahnya penegakan hukum yang dilakukan oleh APH Polres Sinjai dan ketidakmampuan pemerintah daerah untuk mengendalikan situasi.
PREMANISME DAN TAMBANG ILEGAL: DUA WAJAH SATU KESALAHAN PEMERINTAH
Premanisme yang merajalela di Sinjai tidak bisa dilepaskan dari akar masalah yang lebih besar: maraknya tambang ilegal yang merusak lingkungan dan memicu konflik sosial. Selama bertahun-tahun, Sinjai telah menjadi “langganan” kasus tambang ilegal yang merugikan negara dan masyarakat – namun pemerintah daerah dan APH Polres tampak hanya menonton dari kejauhan, tanpa tindakan tegas yang berarti. Tambang-tambang ini menghancurkan lahan, mencemari air, dan memecah kebersamaan sosial, sementara para pelaku beroperasi bebas dengan dukungan tersembunyi.
“SINJAI DARURAT TAMBANG” – PANGGILAN DARURAT YANG DIABAIKAN
Kita tidak bisa lagi menutup mata: Sinjai sedang dalam kondisi darurat tambang. Namun, panggilan ini seolah-olah terdengar mati di telinga pemerintah dan APH Polres. Tanpa tindakan segera untuk menutup semua lokasi tambang ilegal dan memproses para pelaku, masyarakat akan terus menjadi korban – baik dari kerusakan lingkungan maupun kekerasan preman yang menjadi “penjaga” tambang tersebut.
APH POLRES SINJAI: KUNCI PEMECAHAN ATAU BAGIAN DARI MASALAH?
Penegakan hukum seharusnya menjadi kunci untuk mengakhiri kekerasan dan kejahatan. Namun, kinerja APH Polres Sinjai sampai saat ini sangat memprihatinkan: tidak ada tindakan tegas yang menunjukkan keberanian untuk menangkap para pelaku premanisme dan pengusaha tambang ilegal. Toleransi terhadap kejahatan ini hanya membuat para penjahat semakin berani, sementara masyarakat hidup dalam ketakutan. Tanpa komitmen yang nyata dari APH Polres, semua panggilan keadilan hanyalah omong kosong.
SINJAI BUTUH PERUBAHAN – BUKAN CINTA KATA
Masyarakat Sinjai tidak bisa terus hidup dalam intimidasi dan ketakutan. Kita membutuhkan kepemimpinan pemerintah yang berani mengambil tindakan tegas, bukan hanya mengeluarkan pernyataan kosong. Kita membutuhkan APH Polres yang bekerja sesuai amanah, bukan yang terjebak dalam kepentingan semata.
TUNTUTAN KITA YANG TAJAM DAN TIDAK BISA DITOLAK:
1. APH Polres Sinjai segera lakukan penangkapan terhadap semua pelaku premanisme yang menyerang HMI MPO dan pelaku tambang ilegal.
2. Pemerintah daerah langsung tutup semua lokasi tambang ilegal di Sinjai dan proses pengusaha serta pelanggar hukumnya secara maksimal.
3. Pemerintah dan APH Polres berikan perlindungan yang nyata kepada masyarakat, terutama mereka yang berani bersuara melawan kejahatan.
Mari kita bersatu untuk menuntut keadilan! Sinjai bukan milik preman dan pengusaha tambang ilegal – Sinjai milik rakyat yang berhak hidup damai dan layak. Tidak ada lagi toleransi terhadap ketidakmampuan dan kesengsaraan!
#SINJAI_DARURAT_TAMBANG
#SINJAI_SARANGPREMANGGG
#TINDAK_TEGAS_APH_POLRES_SINJAI







