Dapur MBG Desa Topanda Disorot, Makanan Sekolah Diangkut Pakai Pete-Pete Penumpang

Bulukumba – Salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menuai sorotan publik. Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Sirami itu diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah.

Sorotan mencuat setelah beredar informasi dan dokumentasi yang di sampaikan oleh warga inisial R, bahwa makanan MBG diantar menggunakan mobil pete-pete atau mikrolet penumpang, yang sejatinya diperuntukkan untuk angkutan umum, bukan kendaraan distribusi makanan.

Penggunaan angkutan penumpang dinilai berpotensi melanggar aturan higienitas dan keamanan pangan. Pasalnya, kendaraan tersebut tidak dirancang khusus untuk membawa makanan siap konsumsi, sehingga rawan terpapar kotoran, bau, serta kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan siswa penerima manfaat.

“Distribusi makanan MBG seharusnya menggunakan kendaraan khusus yang tertutup, bersih, dan memenuhi standar sanitasi. Jika menggunakan pete-pete penumpang, ini patut dipertanyakan kepatuhannya terhadap SOP,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Program MBG sendiri merupakan program nasional yang menuntut standar ketat, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan. Setiap pelaksana diwajibkan memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi higienis, aman, dan layak konsumsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Sirami maupun pengelola dapur MBG Desa Topanda belum memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan kendaraan tersebut. Publik mendesak instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pengawas program MBG di Kabupaten Bulukumba, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

Sorotan ini menambah daftar persoalan pelaksanaan dapur MBG di Bulukumba, yang belakangan kerap dipertanyakan terkait kepatuhan terhadap standar dan pengawasan di lapangan.

Lp:Kr.Tompo

Pos terkait