Pasar Bangkit, Ekonomi Bergerak! Pemerintah Kebut Pemulihan Pasar Pascabencana di Sumatra

Jakarta – Pemerintah tancap gas memulihkan denyut ekonomi rakyat pascabencana di wilayah Sumatra. Pasar tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat kini diprioritaskan untuk kembali beroperasi penuh di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, negara hadir dan bergerak cepat agar aktivitas perdagangan rakyat tidak berlarut-larut terhenti akibat bencana.

“Kami bergerak cepat melakukan pemulihan. Di Aceh, dari 112 pasar tradisional yang terdampak, saat ini 18 pasar sudah beroperasi sepenuhnya,” kata Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12).

Ia menekankan, percepatan rehabilitasi pasar bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali roda ekonomi, menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat.

Perkembangan paling signifikan tercatat di Sumatra Utara. Dari 47 pasar yang terdampak, sebanyak 46 pasar kini telah kembali melayani aktivitas jual beli pedagang dan masyarakat.

“Hanya satu pasar di Sumut yang masih dalam tahap percepatan perbaikan fisik,” ujarnya.

Sementara di Sumatra Barat, tiga pasar utama telah kembali beroperasi. Pemerintah kini memfokuskan penyelesaian satu pasar terakhir yang masih menjalani pemulihan intensif.

Pratikno optimistis, dengan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, kebangkitan pasar tradisional akan menjadi pemicu pemulihan ekonomi Sumatra secara menyeluruh.

“Ketika pasar hidup, ekonomi rakyat bergerak. Inilah fondasi untuk menekan inflasi dan mengembalikan daya beli masyarakat pascabencana,” pungkasnya.(***)

Pos terkait