FPII Dukung Penuh Satgas Berani Sapu Bersih Hoaks, Perkuat Sinergi Jaga Ruang Digital Kondusif

JAKARTA –  Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menegaskan komitmen organisasinya untuk memberikan dukungan kolaboratif penuh terhadap pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang Satuan Tugas Berani Sapu Bersih Hoaks (Satgas BSH). Langkah ini dilakukan demi mewujudkan iklim informasi yang sehat dan kondusif di media sosial maupun berbagai platform digital lainnya.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Presidium FPII, Kasihhati, di hadapan sejumlah awak media jaringan FPII, bertempat di Kantor FPII, Jalan Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

“Kolaborasi jaringan media FPII secara nasional dengan Satgas BSH merupakan wujud nyata kepedulian kami untuk menjaga iklim informasi yang sehat dan bertanggung jawab di media sosial serta platform digital lainnya,” tegas Kasihhati.

Kasihhati juga mengajak seluruh jaringan media yang berada di bawah naungan FPII agar tetap selektif dalam menyajikan pemberitaan serta konsisten berpedoman pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Wartawan Independen.

“Media harus selektif dalam menyajikan berita, terlebih ketika informasi tersebut dibagikan ke media sosial. Hal ini penting agar kondusivitas iklim informasi di ruang digital tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ketua Satgas BSH Irfan Denny Pontoh, S.Sos menyambut positif dukungan kolaboratif yang disampaikan Ketua Presidium FPII. Menurutnya, sinergi dengan media menjadi faktor penting dalam upaya menangkal penyebaran hoaks.

Irfan menjelaskan, Satgas BSH dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.121.1/259/Dkips-G-ST/2025 tertanggal 13 Oktober 2025 tentang Pembentukan Satuan Tugas Berani Saber Hoaks.

“Satgas BSH memiliki tugas utama menangani gangguan informasi di media sosial dan platform digital lainnya, baik berupa disinformasi, misinformasi, maupun malinformasi,” jelas Irfan.

Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan iklim informasi yang kondusif membutuhkan dukungan dan kolaborasi banyak pihak, khususnya insan pers.

“Setelah menggandeng FPII, kami juga akan membuka ruang kolaborasi dengan jaringan media lainnya sebagai bagian dari penguatan gerakan bersama melawan hoaks,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Irfan, Satgas BSH terus melakukan pembenahan internal agar semakin efektif dalam menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya.

Terkait kerja sama dengan FPII, Irfan mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Satgas BSH berencana menerima kunjungan kerja Ketua Presidium FPII sekaligus meneguhkan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama resmi antara Presidium FPII dan Satgas BSH.(***)

Pos terkait