Ditinggal Sebentar, Bayi 11 Bulan Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Grobogan

foto: ilustrasi 

GROBOGAN – Duka mendalam menyelimuti Dusun Dempel RT 9 RW 3, Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Sebuah peristiwa kebakaran tragis merenggut nyawa seorang bayi berusia 11 bulan, Sabtu pagi (17/1/2026), meninggalkan luka batin mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Musibah memilukan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Saat kejadian, korban tengah tertidur sendirian di dalam kamar. Ibu korban, Suprihatin (41), meninggalkan rumah hanya beberapa menit untuk membeli bubur yang akan digunakan menyuapi buah hatinya. Sementara sang ayah, Kasman (57), juga sedang berada di luar rumah membeli bahan dagangan nasi goreng.

Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa korban ditinggal dalam kondisi kipas angin menyala di kamar tidur. Namun tak berselang lama, petaka datang tanpa peringatan.

“Sekitar lima menit kemudian, seorang tetangga yang sedang mencuci pakaian melihat kepulan asap keluar dari rumah korban,” ujar AKP Sunarto saat dikonfirmasi.

Saksi bersama ibu korban yang baru kembali dari membeli bubur langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Namun pemandangan mengerikan menyambut mereka. Api telah membakar kamar depan sebelah kanan, tempat bayi tersebut berada.

“Korban ditemukan di atas kasur yang sudah terbakar, dalam kondisi menggeliat dan menangis,” jelas Sunarto dengan nada prihatin.

Sayangnya, kobaran api dengan cepat membesar. Kedua saksi tak mampu menembus panas dan asap tebal untuk menyelamatkan korban. Teriakan minta tolong pun menggema, mengundang warga berdatangan. Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api.

Setelah api berhasil dipadamkan, harapan itu pupus. Bayi malang tersebut ditemukan sudah tak bernyawa, dengan luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.

Tragedi itu membuat kedua orang tua korban syok berat. Mereka dilaporkan sempat pingsan setelah mengetahui anak satu-satunya meninggal secara tragis.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke pihak berwajib. Petugas Polsek Karangrayung bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan tenaga medis dari Puskesmas Karangrayung I mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan jenazah.

“Hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga kuat disebabkan korsleting listrik pada kipas angin,” terang AKP Sunarto.

Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik.

“Kami mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik sesuai standar SNI dan tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala saat rumah ditinggalkan, meskipun hanya sebentar,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa musibah dapat terjadi dalam hitungan menit, dan kewaspadaan sekecil apa pun dapat menyelamatkan nyawa. Duka mendalam kini menjadi milik keluarga korban dan warga Dusun Dempel.(***)

Pos terkait