Korban Takut Jadi Tersangka, Pemilik Warung di Marusu Pasrah Tabung Gas Dicuri di Depan Mata

Maros – Aksi pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram di sebuah warung kelontong di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini bukan hanya menyita perhatian karena keberanian pelaku, tetapi juga karena sikap sang pemilik warung yang memilih pasrah meski menyaksikan langsung pencurian tersebut.

Kejadian itu berlangsung pada Jumat (13/2/2026) malam dan terekam jelas kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar warung. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria datang dan dengan cepat mengambil tabung gas 3 kg yang berada di depan toko, lalu pergi tanpa hambatan berarti.

Akibat kejadian tersebut, pemilik warung mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 ribu. Nilai itu mencakup harga tabung beserta isi gas yang siap dijual kepada pelanggan.

Pemilik warung mengaku melihat langsung aksi tersebut. Namun ia tidak berani menghadang atau melumpuhkan pelaku karena khawatir justru berujung pada konsekuensi hukum bagi dirinya sendiri.

“Saya takut kalau terjadi apa-apa, nanti saya yang disalahkan. Takut jadi tersangka kalau sampai pelaku terluka,” ujarnya dengan nada prihatin.

Ketakutan itu muncul karena kekhawatiran akan risiko hukum apabila tindakannya dianggap sebagai penganiayaan atau penggunaan kekerasan berlebihan. Ia memilih mengutamakan keselamatan diri dan keluarganya daripada mengambil risiko yang bisa berujung proses hukum panjang.

Peristiwa ini memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga menjadi korban tindak kejahatan dengan kerugian yang tidak sedikit bagi usaha kecil. Namun di sisi lain, ada rasa takut untuk bertindak karena khawatir terseret persoalan hukum.

Secara hukum, warga memang memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri dalam kondisi terancam. Namun tindakan tersebut harus proporsional dan tidak melampaui batas. Jika terjadi kekerasan berlebihan hingga menimbulkan luka berat atau dampak serius lainnya, konsekuensi hukum bisa saja timbul dan harus dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun tindak lanjut penanganan kasus tersebut. Warga berharap aparat segera mengusut kejadian ini agar rasa aman di lingkungan masyarakat dapat kembali terjaga.(***)

Pos terkait