foto: istimewa
LOMBOK TIMUR – Bupati Haerul Warisin yang dikenal dengan sapaan Haji Iron melontarkan pernyataan tegas kepada para jurnalis terkait pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia meminta media tidak ragu mengungkap jika menemukan praktik yang merusak kualitas program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Haji Iron sebagai bentuk komitmennya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, terutama anak-anak. Menurutnya, standar kualitas pangan dalam program MBG tidak boleh ditawar.
“Dari 1.500 paket makanan, kalau ada satu saja buah yang busuk, itu sudah merusak kredibilitas seluruh program,” tegasnya, Rabu (12/3).
Ia menilai peran media sangat penting sebagai kontrol publik agar pelaksanaan program berjalan transparan. Karena itu, ia secara terbuka meminta wartawan menjadi “radar” yang memantau langsung kualitas makanan yang disiapkan oleh pihak katering.
“Kalau ada yang tidak beres di lapangan, telanjangi saja. Media harus berani mengungkap supaya tidak ada yang bermain dengan program ini,” ujarnya.
Haji Iron juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak main-main dengan anggaran negara, apalagi program yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka masalah gizi di daerah.
Dengan keterlibatan media dan pengawasan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap program tersebut dapat berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(***)







