Jakarta – Iran mengklaim memiliki cadangan rudal dan pesawat nirawak (drone) dalam jumlah sangat besar, bahkan disebut mampu bertahan hingga 10 tahun dalam kondisi penggunaan intensif.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menegaskan bahwa stok persenjataan strategis Iran tetap mencukupi meskipun digunakan dalam skenario ekstrem, seperti peluncuran hingga 200 rudal dan drone per hari tanpa tambahan produksi baru.
Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai eskalasi konflik dan rivalitas antarnegara.
Selama bertahun-tahun, Iran diketahui terus memperkuat kemampuan militernya dengan mengembangkan berbagai jenis rudal balistik, rudal jelajah, serta drone tempur. Sistem persenjataan ini menjadi elemen kunci dalam strategi pertahanan nasional negara tersebut.
Sejumlah analis militer internasional menilai pernyataan Iran bukan sekadar menunjukkan kapasitas persenjataan, tetapi juga bagian dari strategi deterrence—yakni upaya membangun efek gentar guna mencegah potensi serangan dari pihak lawan.
Meski demikian, hingga kini belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan secara pasti jumlah stok rudal dan drone yang dimiliki Iran. Klaim tersebut pun masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat pertahanan global.
Pernyataan ini mempertegas bahwa dinamika kekuatan militer di Timur Tengah masih terus berkembang, dengan masing-masing negara berupaya menunjukkan kesiapan menghadapi kemungkinan konflik di masa depan.(***)
#Iran #Geopolitik #MiliterDunia #RudalIran #DroneMiliter #BeritaDunia







