Harga Timah Belitung Kacau, Ormas LMP Desak Direksi PT Timah Segera Lunasi Utang

Oplus_131072

 

Belitung – Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Babel merespon dinamika tambang rakyat yang belakangan terjadi di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Salah satunya soal sulitnya menjual hasil produksi tambang rakyat di IUP PT. Timah Tbk.

Tak sampai disitu saja, namun rendahnya harga beli biji timah dari mitra PT Timah turut menuai sorotan Mada LMP Babel. Termasuk, Markas Cabang (Macab) Belitung dan Belitung Timur (Beltim) yang turut andil dalam menyuarakan kegaduhan tersebut.

Ketua Markas Daerah (KAMADA) Ormas LMP Provinsi Babel, Ferry Irawan mengatakan permasalahan yang terjadi di Belitung adalah dipicu hasil produksi penambangan rakyat di IUP PT TIMAH yang di beli oleh sekitar 27 CV2 Mitra PT Timah kurang lebih 3.000 ton belum bisa dibayar sepeser pun oleh PT Timah ke CV2 Mitra.

Kasarnya PT Timah hutang ke CV2 Mitra sudah lumayan lama. Ini penyebab murahnya harga pasir timah di Belitung karena CV2 mitra sudah kehabisan dana untuk mencover serta membeli pasir timah hasil produksi penambangan mereka,” kata Ferry saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus LPM Babel di warkop Papa Pangkalpinang, Jumat (17/7/2026) sore kemarin.

Ferry secara tegas meminta direksi serta management PT Timah Tbk supaya membayar hutang pasir timah CV2 mitra. Meredam gejolak kegelisahan masyarakat penambang dengan memberikan kepastian semua hasil produksi penambangan rakyat di IUP PT Timah di Belitung dibayarkan.

Agar keresahan dan kegaduhan masyarakat penambangan pulau Belitung mereda sehingga mereka bisa fokus mencari rezeki untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka,”imbuh Ferry.

Selain pengurus Mada LMP Babel, pertemuan juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Pertambangan Markar Besar LMP
Kadrik S. H. M. H., C. Med atau yang akrab dipanggil Johan.

Putra daerah yang namanya cukup santer tersebut memastikan akan membawa aspirasi masyarakat Belitung dan Beltim tersebut ke Ketua Umum LMP H.M Arsyad Cannu beserta jajaran yang ada di markas besar LMP di Jakarta.

Kita sebagai Ormas harus hadir di tengah masyarakat. Peka dan tanggap terhadap permasalahan yang menyangkut hajad hidup orang banyak. Sesuai dengan nawacita mulia Bapak Presiden RI Bapak Prabowo Subianto – Gibran
yakni bersama maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Johan.

Minta Pemangku Kebijakan Peka

Ketua Macab LMP Belitung, Mulyadi menyebut pihaknya prihatin atas dinamika pertambangan serta harga timah di Kabupaten Belitung yang tidak ada kepastian.

Tentunya kami prihatin atas dinamika ini, karena apa masyarakat sangat sangat tercekik dengan harga beli timah yang tidak pasti seperti ini,” kata Mulyadi.

Dirinya berharap pemerintah daerah serta pemangku kebijakan bersikap menanggapi dinamika pertambangan yang terjadi di masyarakat Belitung.

Mohon pemerintah daerah dan stakeholder yang punya kewenangan cepat mengambil langkah agar masyarakat mendapat kepastian di sektor tambang rakyat, Tegasnya.

Willy Kaperwil Babel

Pos terkait