Penyaluran MBG SPPG Bontotangnga Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Aktivis Asatu Minta Korwil Turun Tangan.

Oplus_131072

Bulukumba — Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali mendapat sorotan dari Aktivis Asatu. Kali ini, sorotan ditujukan pada proses pendistribusian menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontotangnga pada Jumat, 11 September 2026.

Keluhan datang dari salah seorang orang tua siswa yang dalam pemberitaan ini disebut Suriani (nama samaran). Ia mengaku cemas lantaran anaknya belum juga pulang dari sekolah meski waktu telah melewati pelaksanaan Salat Jumat.

Menurut Suriani, anaknya terlambat pulang karena masih menunggu pembagian menu MBG di sekolah. Saat tiba di rumah, sang anak menyampaikan bahwa makanan MBG datang cukup terlambat sehingga para siswa masih harus menunggu di sekolah.

“Anak saya belum pulang setelah Salat Jumat. Ketika sudah sampai di rumah, saya tanya kenapa terlambat. Anak saya sampaikan bahwa dia menunggu MBG yang datang agak lama sehingga mereka menunggu di sekolah,” ujar Suriani.

Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian karena waktu pendistribusian makanan berkaitan langsung dengan jadwal kegiatan siswa, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD).

Dalam keluhan yang diterima, menu MBG disebut baru tiba atau disalurkan sekitar pukul 13.00 lewat. Waktu tersebut dinilai cukup siang bagi siswa SD, terlebih pada hari Jumat ketika terdapat perbedaan jadwal kegiatan sekolah dan waktu kepulangan siswa.

Secara umum, siswa SD memiliki jadwal belajar yang memungkinkan mereka menyelesaikan kegiatan sekolah pada waktu tertentu. Karena itu, distribusi MBG idealnya disesuaikan dengan jadwal sekolah masing-masing agar makanan dapat diterima siswa pada waktu yang tepat dan tidak menyebabkan mereka harus menunggu terlalu lama sebelum diperbolehkan pulang.

Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu jadwal resmi sekolah serta waktu distribusi yang ditetapkan bagi SPPG Bontotangnga untuk mengetahui apakah keterlambatan tersebut memang terjadi dan apa penyebabnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Aktivis Asatu M. Rijal mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Menurut Rijal, pengecekan diperlukan untuk mengetahui penyebab keterlambatan distribusi sekaligus memastikan mekanisme penyaluran MBG di SPPG Bontotangnga berjalan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku.

“Kami mendesak Korwil MBG Kabupaten Bulukumba untuk turun langsung melakukan pengecekan di lapangan dan memastikan apa yang menjadi kendala sehingga distribusi MBG bisa terlambat,” kata M. Rijal.

Ia juga meminta agar keluhan orang tua siswa tersebut menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait koordinasi antara pihak SPPG dan sekolah dalam menentukan waktu pengantaran serta pembagian makanan kepada siswa.

Menurutnya, ketepatan waktu penyaluran menjadi hal penting dalam pelaksanaan program MBG, mengingat penerima manfaat merupakan siswa yang memiliki jadwal kegiatan belajar dan waktu kepulangan yang telah ditentukan sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil MBG Kabupaten Bulukumba yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait keluhan keterlambatan pendistribusian menu MBG dari Dapur SPPG Bontotangnga.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait