SATU PELAKU DITANGKAP:DUA SAPI KEMBALI SATU HILANG – Polres Bulukumba Diminta Telusuri Pihak di Balik Pencurian

Oplus_131072

Bulukumba — Tiga ekor sapi milik warga Bontobahari raib dalam semalam. Dua ditemukan kembali, satu anak sapi jantan lenyap tanpa jejak. Seorang pria berinisial AAM (29) diamankan, namun kisah ini kemungkinan besar belum selesai.

Kejadian bermula Selasa malam, 23 September 2026, di Dusun Bontomanai, Desa Singa. Tiga ekor sapi milik APW (43) yang ditambatkan di kebun tiba-tiba hilang. Pencarian warga akhirnya menemukan dua ekor sapi induk di Dusun Timbula, Kecamatan Bontotiro — puluhan kilometer dari tempat dicurikan. Satu anak sapi jantan sampai kini tak diketahui ke mana dibawa.

Tim URC Resmob Polres Bulukumba pimpinan Aiptu Muh. Usman bergerak cepat. Tujuh hari kemudian, Selasa (30/9/2026) pukul 22.30 WITA, AAM diamankan di Dusun Bilangporoa, Desa Bontotangnga. Bersama dirinya, disita mobil pickup Daihatsu Grand Max abu-abu dan dua ekor sapi yang ditemukan.

Kasat Reskrim AKP Dr. H. Andi Imran Hamid menyatakan pelaku mengaku beraksi sendirian — menarik sapi ke pinggir jalan, memuatnya ke mobil, lalu menyimpan di kebun miliknya. Ia juga mengaku sedang mencari pembeli.

Tapi publik bertanya:

– Mengapa sapi dibawa ke lokasi jauh, bukan dijual di tempat terdekat?
– Ke mana perginya anak sapi yang belum ditemukan?
– Apakah benar tak ada orang lain yang menampung, membeli, atau menyuruh?

Pencurian ternak tak jarang melibatkan jaringan — pencuri, pengangkut, penampung, hingga pembeli yang tahu asal-usul barang. Jika hanya pelaku ini yang diproses sementara pihak lain lepas, kekayaan warga akan terus diambil.

Polisi meminta warga waspada. Namun masyarakat berharap: penyelidikan tidak berhenti di satu orang. Bongkar sampai ke pembeli, sampai ke yang menyuruh. Hukuman harus menyentuh semua pihak yang terlibat, bukan sekadar pelaku di lapangan.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait