Cerita Pilu Guru di Kendari: Puluhan Tahun Mengabdi, Reputasi Hancur oleh Tuduhan yang Belum Terbukti

Kendari – Sebuah kisah memilukan datang dari dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara yang lagi viral di media sosial Facebook . Seorang guru senior di SDN 2 Kendari, Pak Mansur, kini harus menanggung beban berat setelah puluhan tahun mengabdi dengan dedikasi, tanpa catatan pelanggaran, tanpa cela dalam pekerjaannya.

Dengan suara bergetar, ia menuturkan bagaimana hidupnya berubah drastis hanya dalam hitungan hari.
“Assalamualaikum, saya Pak Mansur, guru di SDN 2 Kendari. Puluhan tahun saya mengabdi tanpa catatan buruk, selalu mengajar dengan ketulusan dan kasih sayang,” ucapnya mengenang masa pengabdian yang pernah ia banggakan.

Namun musibah datang tanpa diduga. Ketika ia berniat mengecek kondisi seorang siswi yang terlihat sakit, hanya menyentuh jidat siswi tersebut untuk memastikan suhu tubuh tindakannya justru disalahartikan. Tuduhan pelecehan pun dilayangkan kepadanya.

Tidak ada bukti kuat, tidak ada dasar yang jelas. Tapi proses hukum terus berjalan hingga ke kejaksaan. Hati saya hancur. Pengabdian bertahun-tahun seakan runtuh dalam sekejap,” ungkapnya dengan nada penuh duka.

Kasus ini menuai keprihatinan banyak pihak, termasuk para guru dan pemerhati pendidikan. Mereka menilai bahwa proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan tidak menghancurkan martabat seorang pendidik yang selama ini dikenal berintegritas, apalagi bila bukti belum menguat.

Sementara itu, keluarga dan rekan sesama guru berharap agar aparat penegak hukum benar-benar mempertimbangkan keterangan saksi, rekam jejak, serta logika peristiwa sebelum menetapkan langkah selanjutnya.

Pak Mansur sendiri mengaku hanya ingin satu hal:
Saya hanya ingin kembali mengajar, kembali ke kelas, kembali pada anak-anak didik saya. Mohon doanya, semoga keadilan berpihak pada kebenaran,” tuturnya lirih.

Kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa guru yang seharusnya menjadi sosok mulia dalam dunia pendidikan, kadang justru menjadi korban salah tafsir dan ketergesa-gesaan. Publik berharap agar kebenaran dapat terungkap, dan jika memang tuduhan tidak terbukti, nama baik seorang pendidik harus dipulihkan sepenuhnya.

Semoga keadilan hadir bagi Pak Mansur, dan kasus seperti ini menjadi pelajaran agar setiap dugaan diproses dengan kehati-hatian serta empati.

Pos terkait