Pinrang – Insiden memprihatinkan terjadi dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP), Anmar, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menutup dapur MBG setempat setelah ditemukan menu ikan yang diduga sudah tidak layak konsumsi disajikan kepada siswa SDN 166 Pinrang.
Anmar menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap standar keamanan pangan, terlebih program MBG diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar yang sangat rentan terhadap risiko kesehatan.“Ini bukan persoalan sepele. Makanan berulat disajikan kepada siswa. Kami minta BGN bertindak tegas dengan menutup dapur MBG yang bermasalah agar dilakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Anmar, Rabu (21/1).
Menurutnya, insiden ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan terhadap dapur pengelola MBG, mulai dari proses pengolahan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima program.
Ia juga mempertanyakan standar kontrol kualitas yang seharusnya diterapkan secara ketat dalam program berskala nasional tersebut.“Kalau hari ini ditemukan ulat, siapa yang bisa menjamin tidak ada masalah lain sebelumnya? Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan generasi muda Pinrang,” lanjutnya.
KPMP menekankan bahwa evaluasi tidak cukup hanya pada tingkat pelaksana lapangan, tetapi juga harus menyasar sistem pengawasan dan manajemen program secara menyeluruh. Mereka meminta adanya audit sanitasi dapur, pemeriksaan rantai pasok bahan makanan, serta jaminan transparansi hasil evaluasi kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun Badan Gizi Nasional terkait temuan tersebut.
Insiden ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan program pangan di sekolah, yang seharusnya menjadi upaya meningkatkan gizi siswa, namun justru menimbulkan kekhawatiran baru bagi orang tua dan masyarakat.(***)







