BONE, SULSEL — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dugaan perundungan terhadap seorang siswi berusia 15 tahun di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Menyikapi hal tersebut, Polres Bone bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta di balik peristiwa yang memicu kecaman publik itu.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji, mengungkapkan bahwa laporan resmi terkait insiden tersebut baru diterima pada Selasa (10/2/2026) siang. Usai menerima laporan, penyidik langsung menyusun langkah awal untuk mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait.
“Kami sudah menerima laporannya dan akan segera melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi. Pemeriksaan akan dilakukan dengan pendampingan orang tua dan pihak terkait lainnya,” ujar AKP Alvin Aji, Selasa malam.
Menurutnya, kepolisian masih berada pada tahap awal pendalaman dan belum dapat menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab sebelum proses klarifikasi rampung.
“Semua harus melalui proses penyelidikan yang objektif. Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan,” tegasnya.
Video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas itu memperlihatkan seorang remaja perempuan diduga menjadi korban intimidasi dan kekerasan oleh sejumlah remaja lain yang disebut-sebut masih berstatus pelajar SMP. Peristiwa tersebut diduga terjadi di area belakang salah satu sekolah di Lappariaja.
Kasus ini kembali menjadi pengingat serius tentang pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Peran orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat dinilai sangat krusial dalam mencegah terulangnya tindakan serupa.
Polres Bone memastikan akan menangani perkara ini secara profesional dan mengedepankan perlindungan terhadap anak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.







