Bulukumba — Di saat umat Muslim memaksimalkan ibadah pada bulan suci Ramadhan, warga Dusun Dapurua, Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, justru harus beraktivitas dalam kegelapan. Lampu penerangan jalan yang seharusnya menjadi fasilitas dasar desa hingga kini belum juga berfungsi.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut rasa aman serta tanggung jawab pemerintah desa terhadap warganya. Jalan yang gelap gulita setiap malam dinilai membahayakan, terutama saat warga hendak melaksanakan salat tarawih dan salat subuh di masjid.
“Sudah lama gelap. Kami tidak tahu apakah lampunya rusak atau memang tidak pernah diperhatikan. Yang jelas, kami merasa tidak aman,” ungkap Fahrul, salah seorang warga, Sabtu (21/02/2026).
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan nyata di lapangan. Situasi ini pun menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap kebutuhan masyarakat.
Padahal, penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan warga. Jika persoalan mendasar seperti lampu jalan tidak segera ditangani, publik berhak mempertanyakan komitmen pelayanan Pemerintah Desa Garuntungan.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Garuntungan, Misbang, juga belum membuahkan hasil. Nomor yang dihubungi tidak aktif dan hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan resmi. Hal tersebut semakin memperkuat kesan minimnya keterbukaan terhadap keluhan warga.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan justru menghadirkan ironi di tengah masyarakat. Warga kini menanti langkah konkret dari pemerintah desa, bukan sekadar diam dan pembiaran.
Pemerintah desa diharapkan segera turun tangan melakukan perbaikan serta memberikan penjelasan secara transparan kepada masyarakat. Sebab, kegelapan jalan bukan hanya soal lampu yang padam, tetapi juga tentang redupnya perhatian terhadap hak dasar warga.(*)







