Jakarta – Respons cepat ditunjukkan Prabowo Subianto dalam menyikapi situasi darurat yang terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tanpa menunggu lama, Presiden langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat setelah menerima laporan awal terkait kondisi di Kota Bitung, Kota Ternate, dan Pulau Batang Dua.
Sejak pagi hari, laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah masuk ke meja Presiden. Situasi tersebut langsung direspons dengan instruksi tegas untuk mempercepat penanganan di lapangan demi melindungi masyarakat dari potensi risiko yang lebih besar.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Presiden tidak hanya menerima laporan, tetapi juga terus memantau perkembangan secara intensif. Ia memastikan seluruh kekuatan pemerintah bergerak dalam satu komando yang solid dan terkoordinasi.
Di lapangan, tim gabungan dari BNPB, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Evakuasi warga dilakukan secara masif, disertai pengecekan kondisi wilayah untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak kembali ke bangunan terdampak sebelum dinyatakan aman. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari korban tambahan di tengah situasi yang masih dinamis.
Instruksi Presiden jelas: keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Seluruh aparat diminta bekerja tanpa kompromi, mempercepat evakuasi, serta memastikan bantuan dan perlindungan bagi warga terdampak tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.(***)







