Dapur MBG di Dikecam Warga, Limbah Bau Menyengat Diduga Ancam Kesehatan Lingkungan

foto: ilustrasi 

Lampung Selatan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat kini justru memicu keresahan warga di Desa Kuala Sekampung 1, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Operasional dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Jayak dikeluhkan warga akibat limbah dan bau busuk menyengat yang diduga mencemari lingkungan permukiman padat penduduk.

Aroma tak sedap yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sisa aktivitas dapur disebut tercium hampir setiap hari sejak pagi hingga siang. Bau menyengat itu bahkan diklaim masuk ke rumah-rumah warga dan membuat masyarakat merasa tidak nyaman serta khawatir terhadap dampak kesehatan.

Ironisnya, program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru dinilai mengabaikan aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Programnya memang bagus dan kami mendukung. Tapi jangan sampai warga jadi korban karena limbah dan bau busuk yang terus dibiarkan,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, Senin (18/5/2026).

Warga juga menyoroti dugaan buruknya pengelolaan limbah cair dari dapur MBG tersebut. Meski disebut telah memiliki sistem IPAL, kondisi di lapangan dinilai jauh dari standar pengolahan limbah yang layak. Bau busuk tetap menyebar kuat, sementara aliran limbah diduga meluap hingga ke area luar pagar dapur.

Keluhan masyarakat ternyata bukan isapan jempol semata. Salah satu staf Kecamatan Sragi mengaku kerap mencium aroma menyengat saat melintas di sekitar lokasi dapur.

> “Sudah banyak warga yang mengeluh. Saya sendiri sering lewat situ dan memang bau busuknya sangat terasa,” ungkapnya.

 

Tim awak media yang turun langsung ke lokasi menemukan adanya genangan limbah di area dapur yang diduga berasal dari saluran pembuangan dan penyulingan. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat yang mencemari lingkungan sekitar permukiman warga.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan terhadap operasional dapur MBG, khususnya dalam aspek sanitasi lingkungan dan pengelolaan limbah. Warga menilai pemerintah daerah dan instansi terkait tidak boleh tutup mata terhadap persoalan tersebut.

Masyarakat mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan segera turun melakukan inspeksi dan audit lingkungan terhadap dapur SPPG Kuala Sekampung 1. Jika ditemukan pelanggaran, warga meminta agar diberikan sanksi tegas demi melindungi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, pihak pengelola dapur SPPG, Jayak, hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi. Saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan disebut sedang berada di Kalianda.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan terbuka dari pihak pengelola terkait dugaan pencemaran limbah dan bau busuk yang memicu keresahan warga tersebut.(***)

Pos terkait