Lima Mobil Diduga Pelangsir BBM Subsidi Diamankan, Publik Desak Polisi Jangan Berhenti di Penangkapan

Oplus_131072

Makassar – Di tengah polemik antrean panjang dan sulitnya masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, kepolisian dikabarkan mengamankan lima unit mobil yang diduga digunakan untuk menyalahgunakan atau melangsir BBM subsidi.

Kelima kendaraan tersebut disebut diamankan dan dibawa ke Polda Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi mengenai penindakan tersebut turut menjadi perhatian publik setelah sebuah video beredar di media sosial Facebook melalui laman Tribun Timur Makassar dan disebut diunggah pada kanal informasi kejadian Jeneponto oleh akun Alfandi Qabeel.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan yang disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi diamankan aparat.

Namun demikian, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Sulsel mengenai identitas pemilik kendaraan, kronologi lengkap penindakan, jenis BBM yang diamankan, jumlah BBM, maupun status hukum pihak-pihak yang diperiksa.

Karena itu, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi dan tidak dapat serta-merta menyimpulkan bahwa para pemilik atau pengemudi kendaraan telah terbukti melakukan penimbunan BBM subsidi.

Jangan Berhenti pada Lima Mobil
Penindakan ini menjadi sorotan publik lantaran terjadi ketika persoalan distribusi BBM subsidi di Sulawesi Selatan tengah menjadi perhatian serius.
Pemerintah Provinsi Sulsel bahkan mulai menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite dan Solar bersubsidi pada 13–20 September 2026 sebagai salah satu langkah mengurai antrean panjang di SPBU.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tentu berharap aparat tidak hanya mengamankan kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir BBM, tetapi juga membongkar secara menyeluruh mata rantai di balik dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Jika pemeriksaan menemukan adanya tindak pidana, publik berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak berhenti sebatas penindakan di lapangan.

Apalagi, praktik pelangsiran dan penyalahgunaan BBM subsidi berpotensi memperburuk antrean serta menyulitkan masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
Sejumlah netizen dalam kolom komentar video yang beredar juga menyampaikan harapan agar kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan atau pengamanan kendaraan semata.

Mereka meminta aparat memproses pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Publik Tunggu Keterangan Resmi Polda Sulsel

Sorotan publik kini mengarah kepada Polda Sulsel. Masyarakat menunggu penjelasan resmi mengenai bagaimana lima kendaraan tersebut diamankan, dari mana asal BBM yang diduga disalahgunakan, siapa pemilik kendaraan, serta apakah ditemukan barang bukti lain.

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah lima kendaraan tersebut berdiri sendiri atau merupakan bagian dari pola distribusi ilegal yang lebih luas.
Sebab, persoalan BBM subsidi bukan sekadar soal kendaraan yang mengantre panjang di SPBU. Jika benar terdapat penyalahgunaan secara sistematis, maka persoalannya menyangkut hak masyarakat terhadap energi bersubsidi dan pengawasan distribusi yang seharusnya tepat sasaran.

Sebelumnya, aparat di wilayah lain juga telah mengungkap praktik pelangsiran BBM subsidi menggunakan kendaraan yang tangkinya dimodifikasi. Dalam salah satu kasus di Mamuju, polisi mengamankan lima kendaraan dan mengungkap modus pengisian berulang menggunakan barcode untuk mengumpulkan BBM subsidi.

Karena itu, publik berharap penindakan di Sulsel kali ini benar-benar menjadi pintu masuk untuk mengungkap siapa pemainnya, bagaimana modusnya, dari mana BBM diperoleh, dan ke mana BBM tersebut didistribusikan.
Jika terbukti terjadi penyalahgunaan, masyarakat tentu berharap tidak ada perlakuan tebang pilih.

BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Ketika antrean warga semakin panjang, sementara ada pihak yang diduga mengambil keuntungan dari subsidi negara, maka penegakan hukum menjadi tuntutan publik yang tidak bisa diabaikan.

Saya sengaja memakai frasa “dikabarkan”, “diduga”, dan “informasi dari video yang beredar” karena saya belum menemukan keterangan resmi Polda Sulsel yang mengonfirmasi penindakan lima mobil tersebut. Ini penting agar beritanya tetap tajam tetapi tidak mendahului proses hukum.red.

Pos terkait