BBM Subsidi Langka, DPRD Bulukumba Dikepung PATI Bersama Nelayan dan Petani: “Hanya Dua Anggota DPR Yang Hadir!”

Oplus_131072

Bulukumba — Persoalan kelangkaan BBM subsidi kembali memantik kemarahan masyarakat di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nelayan dan petani bersama sejumlah lembaga kepemudaan dan masyarakat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Bulukumba, Senin (14/9/2026).

Video aksi tersebut kemudian beredar di media sosial Facebook dan menjadi sorotan publik.
Dalam aksi itu, massa bahkan membawa mobil combine harvester ke depan Kantor DPRD Bulukumba sebagai simbol keresahan petani terhadap sulitnya mendapatkan BBM subsidi.

Situasi memanas ketika Ketua Umum PATI, Agus Salim, dalam orasinya menyoroti minimnya kehadiran anggota DPRD untuk menemui masyarakat.
Agus menyebut, dari sekitar 40 anggota DPRD, hanya dua anggota yang hadir saat massa datang menyampaikan aspirasi.

Kekecewaan tersebut kemudian disampaikan dengan bahasa keras.
“Oknum DPRD yang tidak hadir saya katakan bangsat. Mereka hanya mementingkan perutnya saja,” tegas Agus dalam orasinya.

Tak berhenti di situ, Agus juga menyinggung anggota DPRD yang disebut memiliki SPBU namun tidak hadir menemui massa.
“Padahal salah satu anggota DPRD memiliki SPBU, namun tidak hadir. Entah ke mana. Seharusnya mereka menjelaskan terkait kelangkaan BBM,” ujarnya.

Ucapan tersebut sontak menggambarkan memuncaknya kekecewaan peserta aksi terhadap wakil rakyat yang mereka nilai tidak memberikan respons sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Massa dari PATI, GISK dan sejumlah elemen masyarakat juga menyampaikan kekecewaan karena hanya dua anggota DPRD yang hadir dalam momentum tersebut.

“Yang lain mereka bangsat,” demikian salah satu pernyataan keras yang disampaikan dalam aksi.
Meski berlangsung dengan tensi tinggi, massa akhirnya menyepakati untuk tetap melakukan audiensi dengan dua anggota DPRD yang hadir guna menyampaikan secara langsung tuntutan dan keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM subsidi.

Persoalan ini kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan DPRD Bulukumba. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi penjelasan terbuka mengenai penyebab kelangkaan BBM subsidi dan solusi konkret yang bisa dirasakan nelayan maupun petani.

Catatan: istilah “bangsat” dalam berita ini merupakan kutipan/pernyataan peserta aksi, bukan penilaian redaksi terhadap anggota DPRD.

Pos terkait