Bulukumba – Proyek pembangunan talud di Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, kini tengah dikerjakan. Namun di balik proses tersebut, muncul kritik tajam dari Ketua Garda Lidik Pro Kabupaten Bulukumba, Fahrul Idris Malluluang, yang menyoroti potensi lemahnya kualitas dan pengawasan. Ia dengan tegas mengingatkan agar proyek bernilai miliaran rupiah itu tidak dijadikan ajang bancakan atau permainan pihak tertentu.
“Jangan ada permainan dalam proyek ini. Kami tidak ingin mendengar proyek talud ini dikerjakan asal-asalan, sementara uang rakyat digelontorkan besar-besaran. Kalau kualitasnya buruk, itu sama saja korupsi berkedok pembangunan,” tegas Fahrul, Sabtu (1/11/2025).
Fahrul menegaskan, pihaknya akan terus memantau langsung di lapangan dan tak segan melaporkan bila ditemukan indikasi penyimpangan. “Kami akan kawal proyek ini. Kalau ditemukan penggunaan material murahan, pengerjaan tidak sesuai spesifikasi, atau indikasi markup, kami akan laporkan ke aparat penegak hukum. Jangan coba-coba bermain kotor,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menilai sudah terlalu sering proyek fisik di tingkat desa hanya menjadi ajang bagi oknum untuk memperkaya diri, sementara masyarakat dibiarkan menerima hasil seadanya. “Sudah banyak contoh proyek talud di Bulukumba yang baru beberapa bulan selesai, langsung rusak. Itu akibat lemahnya pengawasan dan praktik main mata antara pelaksana dan pihak terkait. Cukup sudah. Kami tidak mau kejadian itu terulang di Garuntungan,” ujarnya tajam.
Fahrul juga mengingatkan agar pemerintah desa dan instansi teknis tidak menutup mata terhadap kualitas pekerjaan. “Kalau aparat desa tahu ada masalah tapi diam, itu bisa dianggap pembiaran. Jangan tunggu roboh baru semua pura-pura sibuk klarifikasi di media,” sindirnya.
Menurutnya, proyek talud bukan sekadar tumpukan batu dan semen, tapi menyangkut keselamatan masyarakat. “Kalau dikerjakan asal-asalan, risikonya bukan hanya kerugian uang negara, tapi juga nyawa warga yang bisa terancam karena longsor atau banjir,” tegas Fahrul.
Garda Lidik Pro Bulukumba berkomitmen mengawal proyek tersebut hingga tuntas, memastikan tak ada permainan di balik meja. “Kami akan turun langsung ke lokasi, dokumentasikan, dan laporkan jika ada yang mencurigakan. Cukup sudah proyek asal jadi di Bulukumba. Uang rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk hasil yang nyata dan bermutu,” tutupnya..
Pewarta: Akbar







