Wakil Ketua BPD Anrihua Viralkan Proyek Irigasi Tumbang, Soroti Dugaan Kualitas Buruk dan Tanpa Papan Informasi

Bulukumba – Sebuah video yang memperlihatkan proyek irigasi di Dusun Bonto-Bonto, Desa Anrihua, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, tumbang usai diguyur hujan selama satu jam, mendadak viral di media sosial.

Belakangan diketahui, video tersebut diunggah oleh Wakil Ketua BPD Desa Anrihua, Isra, yang membenarkan dirinya sengaja memviralkan kondisi proyek itu agar menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

“Saya yang unggah video itu, supaya pemerintah dan masyarakat tahu seperti apa kondisi pengerjaan proyek tersebut,” ungkap Isra saat dikonfirmasi media ini, Sabtu malam (02/11/2025).

Isra mengaku kecewa berat melihat hasil pekerjaan proyek yang disebut-sebut menelan anggaran cukup besar namun roboh hanya dalam waktu singkat.

“Baru sejam hujan sudah tumbang. Proyek sebesar ini kok hasilnya seperti itu,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Isra menyoroti kejanggalan sejak awal proses pembangunan. Ia dan warga mengaku sudah curiga karena tidak ada papan informasi proyek yang dipasang oleh pihak pelaksana di lokasi pekerjaan.

“Dari awal kami sudah heran, karena tidak ada papan informasi. Ini jelas melanggar aturan keterbukaan publik,” tambahnya.

Isra pun meminta instansi terkait dan aparat penegak hukum (APH) Polres Bulukumba untuk segera turun tangan mengecek kondisi di lapangan dan memeriksa kesesuaian pekerjaan dengan rencana anggaran biaya (RAB).

“Saya duga pekerjaan ini tidak sesuai RAB. Mohon pihak berwenang turun melihat langsung,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi terhadap pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah proyek irigasi di Dusun Bonto-Bonto, Desa Anrihua, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, mendadak viral di media sosial Facebook setelah video yang menampilkan kondisi bangunan irigasi yang ambruk beredar luas.

Dalam video tersebut terdengar suara seorang pria yang mengaku sebagai Ketua BPD Desa Anrihua. Ia menyuarakan kekecewaannya atas kualitas pekerjaan proyek yang disebut-sebut bersumber dari anggaran BUMN itu.

“Dari awal saya sudah sampaikan perbaiki cara kerjanya, tapi saya dibilang orang bodo. Sekarang baru hujan sejam saja sudah tumbang dan hancur,” ucap pria dalam video tersebut dengan nada geram.

Ketua BPD itu juga meminta agar pekerjaan proyek dihentikan sementara, sebelum ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan metode pengerjaan.

“Kalau begini caranya, hentikan saja pekerjaannya, daripada buang-buang anggaran,” lanjutnya.

Kondisi proyek yang roboh hanya dalam waktu singkat setelah diguyur hujan menimbulkan banyak pertanyaan dari warga. Mereka menduga adanya indikasi lemahnya pengawasan dan rendahnya kualitas material yang digunakan dalam pembangunan.

Masyarakat setempat berharap agar pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum (APH) Polres Bulukumba, turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

“Ini uang negara, jangan main-main. Kami minta ada tindakan tegas kalau ditemukan pelanggaran,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.

 

Pewarta: Akbar 

Pos terkait