Motor Pasien Raib, PC IMM Bulukumba Kecam Lemahnya Sistem Keamanan RSUD

BULUKUMBA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bulukumba angkat bicara menyikapi kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menimpa salah satu keluarga pasien di area parkir RSUD Bulukumba baru-baru ini.

Kabid Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik PC IMM Bulukumba, Revais Lesnusa, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras lemahnya sistem pengawasan di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Menurutnya, kejadian ini adalah bentuk kelalaian nyata yang merugikan masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Ini sangat ironis dan menyakitkan. Pasien datang ke RSUD untuk mencari kesembuhan, namun justru mendapatkan beban tambahan karena kehilangan harta benda di area yang seharusnya aman dan dikelola secara berbayar,” ujar Revais dalam keterangan resminya, pada Rabu 28 Januari 2026.

Soroti Tanggung Jawab Pengelola Parkir,
Revais menegaskan bahwa status parkir yang bersifat berbayar (retribusi) seharusnya dibarengi dengan jaminan keamanan yang mumpuni. Ia menekankan bahwa pengelola parkir tidak bisa lepas tangan.

“Secara aturan, ketika masyarakat membayar parkir, di sana terjadi perjanjian jasa penitipan dan perlindungan. Jika motor hilang di area resmi, pengelola parkir dan manajemen RSUD harus bertanggung jawab penuh, termasuk memberikan ganti rugi sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Revais.

Tuntutan PC IMM Bulukumba
Melalui Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik, PC IMM Bulukumba melayangkan beberapa tuntutan kepada pihak manajemen RSUD Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten, diantaranya:

1. Evaluasi Total Vendor Parkir: Mendesak RSUD untuk mengevaluasi atau memutus kontrak pihak ketiga pengelola parkir jika tidak mampu menjamin keamanan.

2. Peningkatan Fasilitas Keamanan: Meminta penambahan titik CCTV di seluruh sudut parkiran dan penambahan personel keamanan (Satpam) yang berpatroli secara berkala.

3. Ganti Rugi Korban: Mendorong pihak RSUD dan pengelola parkir untuk segera memediasi dan memberikan kompensasi kepada korban.

IMM Bulukumba juga mendesak agar ada Audit Kebijakan Publik oleh DPRD Bulukumba terkait SOP keamanan di RSUD agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Berdasar pada kejadian ini PC IMM Bulukumba berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan. “Kami dari Bidang Hikmah akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika tidak ada itikad baik dan perbaikan sistem, kami tidak menutup kemungkinan akan melakukan konsolidasi massa untuk menuntut hak-hak publik yang terabaikan,” tutup Revais Lesnusa.(*)

Pos terkait