GELombang serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza

Jalur Gaza, Palestina – Gelombang serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel sejak Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu (31/1) siang waktu setempat telah menewaskan sedikitnya 32 orang warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut pernyataan otoritas medis dan rumah sakit setempat.

Serangan ini dilaporkan sebagai salah satu yang terberat sejak fase kedua gencatan senjata mulai berlaku di wilayah yang terkepung itu. Sasaran serangan mencakup tenda pengungsi di wilayah Khan Younis, apartemen warga sipil, dan beberapa lokasi lain yang biasanya menjadi tempat berlindung keluarga sipil.

Klaim dan bantahan soal pelanggaran gencatan senjata

Pihak militer Israel menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok bersenjata di Gaza, termasuk kegiatan yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap keamanan.

Namun, kelompok di Gaza yang berkuasa membantah klaim pelanggaran tersebut dan menyebut aksi militer itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berjalan.

Kondisi warga dan fasilitas sipil terdampak

Warga lokal mengatakan bahwa beberapa rumah dan fasilitas sipil terkena dampak langsung serangan, memicu kepanikan dan membuat banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Akibatnya, rumah sakit di wilayah itu kewalahan menangani korban dan cedera.

Sementara itu, sejumlah organisasi kemanusiaan internasional dan negara luar telah menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban sipil serta dampak terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan perawatan medis.

Reaksi internasional dan diplomasi

Serangan ini memicu kecaman luas dari negara-negara dan mediator internasional, termasuk seruan dari Republik Indonesia agar semua pihak menghormati kesepakatan gencatan senjata yang masih dalam tahap penyesuaian.

Negara-negara mediator seperti Mesir dan Qatar juga mendesak pihak terkait untuk menahan diri dan melanjutkan jalur diplomasi demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Gencatan senjata dan pembukaan penyeberangan Rafah

Peristiwa ini terjadi di tengah proses diplomasi yang masih berjalan terkait fase kedua gencatan senjata  termasuk rencana pembukaan kembali Penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, yang dianggap krusial untuk bantuan kemanusiaan dan mobilitas warga sipil di wilayah tersebut.

Namun serangan udara yang baru ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keberlangsungan gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.(***)

Pos terkait