Bombana – Pagi yang tenang di perairan Teluk Bone mendadak berubah mencekam ketika KM Cahaya Intan Celebes dilaporkan karam di sekitar Pulau Basa, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/2). Kapal berbobot 44 GT itu akhirnya tenggelam, namun seluruh 20 orang di dalamnya berhasil diselamatkan.
Direktur Polairud Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Saminata, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Respons cepat awak kapal dan bantuan nelayan sekitar menjadi kunci penyelamatan.
Insiden bermula saat air tiba-tiba masuk melalui lambung belakang kapal ketika pelayaran menuju Pelabuhan Poleang. Empat mesin alkon dikerahkan untuk menguras air, namun debit yang terus meningkat membuat kapal perlahan kehilangan kendali. Situasi berubah genting.
Melihat kondisi tak lagi memungkinkan, nakhoda mengambil keputusan krusial: evakuasi total. Keputusan cepat itu menyelamatkan seluruh penumpang dan ABK dari ancaman yang lebih besar.
Tak lama berselang, sebuah kapal nelayan jenis gae yang melintas di lokasi segera merapat dan memberikan pertolongan. Satu per satu penumpang dipindahkan. Sekitar pukul 09.30 Wita, KM Cahaya Intan Celebes akhirnya tenggelam.
“Semua berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa, hanya dua orang yang sempat mendapat perawatan medis,” ujar Saminata dalam keterangan resminya.
Sebanyak 13 penumpang dan 7 ABK tiba di Pelabuhan Boepinang sekitar pukul 12.00 Wita dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan. Hingga sore hari, kondisi mereka dilaporkan stabil. Dua penumpang masih menjalani perawatan di Puskesmas Poleang sebagai langkah antisipasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi keselamatan pelayaran di Teluk Bone. Di balik tenggelamnya kapal, ada respons cepat, keputusan tepat, dan solidaritas di laut yang berhasil menyelamatkan 20 nyawa dari ancaman maut.(***)







