JAKARTA — Mantan jenderal polisi, Dharma Pongrekun, menyuarakan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya yang beredar melalui sebuah video di media sosial, Dharma mengajak masyarakat untuk bersikap kritis terhadap program tersebut. Ia bahkan menyerukan agar publik mempertimbangkan untuk menolak kebijakan yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara.
Program MBG sendiri dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah. Namun menurut Dharma, program tersebut tidak menyentuh akar persoalan utama yang dihadapi masyarakat.
“Kalau ditanya pendapat saya soal Makan Bergizi Gratis, sebaiknya dihentikan saja. Jangan sampai anggaran negara dihamburkan karena program seperti ini rawan manipulasi data dalam penggunaan dana,” ujar Dharma dalam video yang diunggah akun X @kenhans03 pada 7 Oktober 2025.
Ia menilai program dengan anggaran besar seperti MBG berpotensi membuka ruang penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat. Menurutnya, bukan tidak mungkin program tersebut justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
“Yang menikmati justru para koruptor,” kata Dharma.
Selain itu, Dharma juga mempertanyakan alasan keberlanjutan program tersebut. Ia menduga program semacam ini sering dijadikan alasan untuk membuka ruang pencairan anggaran negara.
“Program ini dibuat supaya uang bisa keluar. Karena kalau tidak ada program, uang tidak bisa dicairkan,” ujarnya.
Vidio pengakuan👉
https://www.mallgede.com/2026/02/video-komjen-pol-purn-dharma-pongrekun.html
Lebih jauh, Dharma menilai pendekatan pemberian makanan gratis bukan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kemiskinan maupun stunting. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, jika tingkat ekonomi masyarakat membaik, kebutuhan terhadap makanan bergizi akan terpenuhi secara alami tanpa perlu intervensi program besar dari pemerintah.
“Yang harus dibereskan adalah kemiskinannya. Kalau rakyat tidak miskin, makanan bergizi akan menjadi pilihan alami bagi mereka,” tegasnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pandangannya tersebut merupakan opini pribadi, namun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali efektivitas program tersebut ke depan.(***)







