Atap 13 Kios Pasar Ambruk, Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Konstruksi Bermasalah

Bandung – Insiden ambruknya bangunan di Pasar Bersih Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026) siang, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Polresta Bandung memastikan akan melakukan penyelidikan khusus untuk mengungkap penyebab runtuhnya bagian atap pasar yang menewaskan satu orang warga.

Peristiwa yang terjadi di Soreang, Kabupaten Bandung itu sempat membuat panik para pedagang dan pengunjung pasar. Dari pantauan di lokasi, bagian atap depan deretan kios terlihat ambruk. Bahkan balok beton penyangga tampak melengkung, diduga tidak mampu lagi menahan beban bangunan.

Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim dari Satreskrim untuk menyelidiki insiden tersebut, terlebih karena peristiwa itu menimbulkan korban jiwa.

“Benar, Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian ini karena ada korban meninggal dunia,” ujar Aldi kepada awak media.

Ia menegaskan, penyebab runtuhnya bangunan tidak bisa disimpulkan secara cepat hanya berdasarkan pengamatan di lapangan. Polisi akan melibatkan ahli konstruksi untuk meneliti apakah struktur bangunan tersebut telah memenuhi standar keamanan.

“Kita akan meminta keterangan ahli konstruksi untuk memastikan apakah standar pembangunan gedung ini sudah sesuai atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, seorang saksi di lokasi, Agus Diman (50), mengaku sempat melihat adanya retakan pada bagian bangunan sebelum kejadian. Tak lama setelah itu, atap dari sekitar 13 kios tiba-tiba runtuh dan menimpa warga yang sedang berbelanja.

Akibat peristiwa tersebut, empat orang warga menjadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi serta autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Selain melakukan penyelidikan, pihak kepolisian juga mengingatkan pengelola pasar dan dinas terkait agar segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan lain yang memiliki konstruksi serupa.

“Kami meminta pengelola pasar dan dinas terkait segera melakukan pengecekan kembali kondisi bangunan lain, terutama jika dibangun oleh kontraktor yang sama,” tegas Aldi.

Insiden ini kini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan bangunan fasilitas publik, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi pasar yang baru digunakan tersebut.(***)

Pos terkait