Mobil Tangki Diduga Angkut Solar Subsidi ke Morowali Melintas Wajo, Kapolres Douglas Didesak Turun dan Perketat Jalur Darat

Oplus_131072

WAJO — Sorotan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Wajo kembali mengemuka. Kali ini, warga mendesak Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, tidak hanya mengawasi aktivitas di SPBU dan jalur perairan, tetapi juga turun langsung memperketat jalur darat Wajo–Palopo yang diduga menjadi lintasan mobil tangki pengangkut BBM menuju Sulawesi Tengah, khususnya Morowali.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebut sejumlah mobil tangki industri non-Pertamina diduga kerap berada di wilayah Kabupaten Wajo pada malam hari sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke arah Palopo dan Sulawesi Tengah.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum karena BBM bersubsidi merupakan komoditas yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, termasuk petani dan nelayan.

Seorang warga yang ditemui di lapangan dan meminta identitasnya tidak disebutkan secara terbuka meminta Kapolres Wajo menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pemeriksaan dan tidak sekadar menunggu adanya laporan masyarakat.

Kapolres harus perketat jalur darat.

Jangan hanya jalur laut dan Muara Siwa yang diperhatikan. Kalau memang ada mobil tangki yang diduga membawa solar subsidi menuju Morowali, periksa dari mana BBM itu berasal, siapa pemiliknya, siapa pengangkutnya dan ke mana tujuannya,” tegas warga tersebut, Selasa (16/9/2026).

foto: dokumentasi masyarakat 

Bukan Sekadar Tangkap Pion
Warga juga meminta kepolisian tidak berhenti pada penindakan terhadap pengemudi atau pihak lapangan apabila nantinya ditemukan pelanggaran.
Menurutnya, apabila benar terdapat distribusi BBM subsidi secara ilegal dalam jumlah besar, aparat perlu menelusuri rantai pasok hingga aktor di baliknya.

“Jangan kalau ada yang tertangkap hanya sopir atau orang lapangan. Kalau memang terbukti ilegal, telusuri sampai ke sumber BBM, penampung dan pemodalnya. Itu yang masyarakat tunggu dari aparat,” ujarnya.
Desakan tersebut menjadi penting karena dugaan pengangkutan BBM menggunakan kendaraan tangki industri tidak dapat dibuktikan hanya berdasarkan tulisan yang terdapat pada badan kendaraan.Polisi perlu memeriksa dokumen pengangkutan, asal muatan, jenis BBM, volume, tujuan pengiriman, serta legalitas transaksi.

Tangki Bertuliskan Solar Industri Jadi Sorotan

Sejumlah kendaraan tangki dengan berbagai merek perusahaan disebut warga berkeliaran di wilayah Wajo, terutama pada waktu tertentu.
Kendaraan tersebut disebut menggunakan identitas tangki industri atau tulisan “Solar Industri” maupun “Non-Subsidi”.

Namun, warga meminta aparat tidak begitu saja menganggap seluruh kendaraan tersebut ilegal.
Sebaliknya, justru pemeriksaan di lapangan diperlukan untuk membuktikan apakah muatan kendaraan benar-benar BBM non-subsidi atau terdapat BBM subsidi yang diperoleh melalui jalur tidak resmi.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, warga meminta kendaraan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jalur Wajo–Palopo Jangan Jadi Jalur yang Luput dari Pengawasan
Sorotan utama warga kini tertuju pada jalur darat Wajo–Palopo.
Pasalnya, jalur tersebut merupakan salah satu akses menuju wilayah Sulawesi Tengah. Karena itu, warga meminta jajaran Polres Wajo meningkatkan patroli, khususnya pada malam hingga dini hari.

Tidak hanya mobil tangki, kendaraan ekspedisi yang diduga membawa BBM menggunakan jeriken atau wadah lainnya juga diminta menjadi perhatian apabila ditemukan membawa BBM dalam jumlah tidak wajar.

“Kalau informasi ini benar, jangan sampai kendaraan keluar dari Wajo tanpa pernah diperiksa. Polisi punya kewenangan untuk melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan. Masyarakat ingin melihat tindakan nyata, bukan hanya imbauan,” tegasnya.

Kasus Lama Harus Menjadi Bahan Evaluasi

Dugaan pengangkutan solar subsidi menuju Morowali sebelumnya memang pernah mencuat dalam sejumlah perkara di Sulawesi Selatan.
Salah satu perkara pada 2024 bahkan berkaitan dengan mobil tangki yang mengalami kecelakaan di wilayah Wajo dan membawa sekitar 8.000 liter solar. Perkara tersebut kemudian ditangani aparat.

Catatan penindakan tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi aparat agar pola serupa tidak kembali terjadi.
Namun demikian, kasus lama tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menuduh kendaraan atau perusahaan tertentu saat ini melakukan pelanggaran. Setiap kendaraan dan muatan tetap harus diperiksa berdasarkan bukti dan kondisi faktual di lapangan.

Kapolres Ditunggu Tindakannya

Masyarakat kini menunggu langkah konkret Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya.
Pertanyaannya sederhana: apakah informasi mengenai dugaan mobil tangki pengangkut BBM subsidi yang melintas melalui jalur Wajo–Palopo akan ditindaklanjuti dengan razia dan pemeriksaan?

Jika benar tidak ada pelanggaran, pemeriksaan aparat justru dapat memberikan kepastian kepada publik dan melindungi perusahaan transportir yang menjalankan kegiatan secara legal.
Sebaliknya, apabila ditemukan BBM subsidi yang diangkut secara ilegal, masyarakat berharap proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi dilanjutkan dengan penelusuran terhadap seluruh mata rantai distribusinya.

Upaya konfirmasi kepada Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya melalui pesan WhatsApp hingga berita ini ditayangkan belum mendapat respons.
Media ini juga masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan maupun pihak lain yang merasa berkaitan dengan informasi dalam pemberitaan ini.(***)

Pos terkait