Bulukumba — Polemik keterlambatan pendistribusian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontotangnga pada Jumat, 11 September 2026, hingga kini belum mendapatkan penjelasan dari pihak Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba. 18/09/2026.
Kondisi tersebut membuat sikap Korwil MBG Bulukumba kembali menjadi sorotan. Pasalnya, meski persoalan keterlambatan penyaluran MBG telah diberitakan dan mendapat perhatian dari Aktivis Asatu, penjelasan mengenai penyebab keterlambatan maupun langkah evaluasi yang dilakukan belum disampaikan kepada publik.
Sorotan ini bermula dari keluhan salah satu orang tua siswa yang sebelumnya mengaku cemas karena anaknya belum juga pulang dari sekolah meski waktu telah melewati pelaksanaan Salat Jumat.
Keterlambatan tersebut diduga berkaitan dengan menu MBG yang baru tiba atau disalurkan sekitar pukul 13.00 WITA lewat. Waktu tersebut dinilai cukup siang bagi siswa sekolah dasar, terlebih pada hari Jumat ketika jadwal kegiatan sekolah dan waktu kepulangan siswa berbeda dibandingkan hari sekolah lainnya.
Beberapa hari berselang, Aktivis Asatu, M. Rijal, kembali mempertanyakan sikap pihak Korwil MBG Bulukumba yang hingga kini belum memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.
M. Rijal menilai, tidak adanya respons terhadap persoalan yang telah menjadi perhatian publik dapat menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan evaluasi dilakukan terhadap dapur SPPG yang berada di wilayah Kabupaten Bulukumba.
“Persoalannya sudah menjadi perhatian publik, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan dari Korwil. Ini yang kami pertanyakan. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan kesan bahwa persoalan ini dibiarkan begitu saja,” kata M. Rijal.
Menurut M. Rijal, apabila dalam proses penyaluran tersebut nantinya ditemukan adanya kelalaian, maka harus ada evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengingatkan, persoalan yang tidak segera ditindaklanjuti dikhawatirkan dapat menjadi preseden bagi dapur SPPG lainnya di Kabupaten Bulukumba.
“Kalau memang ada kesalahan atau kelalaian, harus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai tidak adanya respons justru membuat persoalan serupa kembali terjadi di dapur SPPG lainnya,” ujarnya.
M. Rijal juga meminta Korwil MBG Bulukumba tidak terkesan bungkam terhadap persoalan yang menyangkut pelayanan program MBG, khususnya yang berkaitan langsung dengan siswa sebagai penerima manfaat.
Ia berharap pihak Korwil memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan distribusi MBG dari SPPG Bontotangnga pada 11 September 2026 serta langkah yang telah atau akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil MBG Bulukumba yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi mengenai penyebab keterlambatan penyaluran MBG tersebut belum memberikan respons.
Lp: Kamaluddin










