Morowali – Indonesia dikejutkan oleh terbongkarnya bandara ilegal di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, yang ternyata telah beroperasi diam-diam sejak 2019 tanpa izin resmi dan tanpa satu pun aparat negara. Fakta ini memicu gelombang kritik keras serta pertanyaan besar: bagaimana sebuah bandara bisa berjalan selama enam tahun tanpa pengawasan negara?
Peneliti ISDS, Edna Caroline, mengungkap bahwa bandara itu tidak memiliki kehadiran Bea Cukai, Imigrasi, maupun AirNav. Artinya, orang dan barang keluar masuk tanpa kontrol negara.
“Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi—ini celah besar yang mengancam keamanan nasional,” tegas Edna.
Temuan tersebut memantik kemarahan parlemen. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyebut keberadaan bandara ilegal itu sebagai bentuk pembangkangan terhadap negara.“Bandara tak boleh beroperasi tanpa negara. Kalau ada bandara berjalan sendiri, itu sama saja ada negara dalam negara,” ujarnya dengan nada keras.
Lebih mengejutkan lagi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi tidak adanya aparat negara di bandara tersebut. Ia menilai situasi ini sangat serius dan berjanji segera melaporkan temuan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak boleh ada negara di dalam negara. Ini soal kedaulatan,” tegas Sjafrie.
Kasus ini menyeret perhatian publik karena berada di kawasan industri strategis yang menjadi pusat investasi dan aktivitas pertambangan. Operasi fasilitas penerbangan tanpa pengawasan negara membuka peluang penyelundupan, lalu lintas orang tanpa identitas, hingga potensi ancaman keamanan nasional.
Skandal bandara ilegal IMIP kini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan di kawasan industri raksasa, serta memastikan bahwa tidak ada satu pun entitas swasta yang bisa “beroperasi seperti negara”.
Penertiban dan penyelidikan mendalam terhadap pihak-pihak yang terlibat menjadi tuntutan publik. Pemerintah kini berada dalam sorotan: mampukah negara menunjukkan bahwa kedaulatan bukan untuk dinegosiasikan?(***)







