Suasana Haru di Polsek Ujung Loe, 15 Remaja Dipulangkan, Penuh Kehangatan dan Air Mata

Bulukumba – Suasana haru menyelimuti Mapolsek Ujung Loe, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (3/1/2026). Kantor polisi yang kerap identik dengan penegakan hukum, hari itu justru menjadi ruang penguatan nurani dan harapan masa depan bagi generasi muda.

Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Loe memilih langkah bijak dan bermartabat dalam menangani kasus tawuran antar remaja yang melibatkan 15 anak. Alih-alih mengedepankan pendekatan represif, aparat kepolisian memilih jalur pembinaan humanis berbasis kekeluargaan, empati, dan tanggung jawab moral.

Sebanyak 15 remaja yang sebelumnya dititipkan di Mapolsek Ujung Loe untuk menjalani pembinaan, dipulangkan dan dijemput langsung oleh orang tua masing-masing. Proses pemulangan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, refleksi, dan linangan air mata, disaksikan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka.

Salah seorang orang tua remaja, Suparman mengungkapkan pesan menyentuh yang disampaikan langsung oleh Kapolsek Ujung Loe, IPTU Rudi Adri P, S.H., XI. Dengan nada penuh ketulusan, Kapolsek mengingatkan bahwa kantor polisi bukan tempat yang seharusnya sering didatangi karena kesalahan yang sama.“Pak Kapolsek bilang, silakan datang ke sini kalau untuk silaturahmi. Tapi kalau untuk kasus seperti ini, jangan sampai terulang lagi. Kasihan orang tua kalian,” tutur orang tua tersebut.

Pesan itu bukan sekadar nasihat. Ia disampaikan dengan empati yang mendalam. Kapolsek Ujung Loe bahkan tampak menahan haru dan meneteskan air mata saat menatap satu per satu wajah para remaja yang berdiri di hadapannya.“Masih panjang masa depan kalian, Nak. Saya anggap kalian semua sebagai keluarga,” ucap Kapolsek, sebagaimana ditirukan orang tua remaja dengan mata berkaca-kaca.

Pendekatan sarat kemanusiaan ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi para remaja, tetapi juga bagi orang tua mereka. Para wali mengaku tersentuh dan mengapresiasi langkah Polsek Ujung Loe yang memilih membina daripada menghukum, menyadarkan tanpa melukai.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ujung Loe IPTU Rudi Adri P, S.H., XI membenarkan bahwa seluruh remaja telah dipulangkan dan dijemput langsung oleh orang tua masing-masing setelah menjalani pembinaan.

Langkah humanis ini menjadi bukti bahwa penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan. Polsek Ujung Loe menunjukkan bahwa di balik seragam dan kewenangan, masih ada hati yang tulus menjaga dan menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa.

 

Lp:Kr.Tompo

Pos terkait