Semarang – Perang melawan narkoba di Jawa Tengah makin diperkuat. Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, menerima kunjungan silaturahmi Kepala BNNP Jawa Tengah yang baru, Brigjen Pol. Toton Rasyid, di Mapolda Jateng, Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi langkah strategis mempererat barisan dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayah Jateng.
Audiensi tersebut juga selaras dengan misi Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun SDM unggul dan sehat. Kapolda menegaskan, narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan masa depan generasi bangsa.
“Kolaborasi adalah kunci utama. Polda Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh, baik dalam penegakan hukum yang tegas maupun upaya pencegahan dini dan edukasi kepada masyarakat. Kita harus berjalan bersama membangun daya tangkal masyarakat terhadap narkoba,” tegas Irjen Pol. Ribut.

Menurutnya, sinergi Polri dan BNN tidak boleh hanya berhenti pada penindakan, tetapi harus menyentuh sisi pencegahan dan penyadaran publik agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Hal senada disampaikan Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Toton Rasyid. Ia mengungkapkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Karena itu, pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
“Dibutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan dan saling menguatkan. Ego sektoral harus ditinggalkan demi mewujudkan Jawa Tengah Bersinar, bersih Narkoba,” ujarnya.
Ke depan, kedua institusi sepakat memperkuat sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Penguatan pencegahan berbasis keluarga sebagai benteng pertama perlindungan generasi muda
Optimalisasi layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan
Peningkatan sinergi penegakan hukum untuk membongkar jaringan pengedar yang makin terorganisasi
Dengan penyatuan visi ini, program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diharapkan berjalan lebih efektif dan berdampak nyata, khususnya dalam menjaga ketahanan generasi muda Jawa Tengah dari ancaman narkoba.(***)







