Bulukumba — Tumpukan sampah anorganik dan sisa air limbah yang diduga berasal dari aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garanta, Kabupaten Bulukumba, dikeluhkan warga dan mendapat sorotan dari Aktivis Asatu.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat serta menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
SPPG Garanta merupakan bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, pengelolaan lingkungan di sekitar lokasi operasional turut menjadi perhatian masyarakat, termasuk pengelolaan sampah dan air limbah.
Aktivis Asatu, M. Rijal, meminta pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut, khususnya menyangkut pengelolaan sampah, penanganan air limbah, serta pengawasan terhadap operasional SPPG.
Rijal juga mempertanyakan fungsi pengawasan Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba. Menurutnya, pengawasan terhadap SPPG semestinya tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pelaporan, tetapi juga mencakup kondisi faktual di lapangan.
“Pengawasan seharusnya dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya melihat administrasi dan laporan, tetapi juga memastikan kondisi di lapangan, termasuk kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penanganan air limbah,” ujar M. Rijal.
Ia mempertanyakan apakah pengecekan kondisi lingkungan SPPG dilakukan secara rutin, termasuk memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta tindak lanjut apabila ditemukan persoalan di lapangan.
Keluhan serupa disampaikan warga yang bermukim di sekitar lokasi. Salah seorang warga mengaku keberadaan tumpukan sampah telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan bau tidak sedap, terutama ketika hujan maupun saat angin berembus.
“Sampah itu sudah lama menumpuk. Kalau hujan dan ada hembusan angin, baunya bukan main yang kami rasakan. Selain itu, kami khawatir tumpukan sampah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan,” ungkap warga sekitar.
Keluhan tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan dampak lingkungan apabila sampah dan air limbah tidak dikelola dengan baik.
Namun, dugaan terjadinya pencemaran lingkungan maupun dampak terhadap kualitas lingkungan masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan dan penilaian dari instansi yang memiliki kewenangan.
M. Rijal menilai kondisi tersebut perlu segera diperiksa oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan program MBG. Ia juga meminta agar pengelolaan sampah dan air limbah di sekitar SPPG Garanta dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan SOP dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Rijal, apabila keluhan mengenai kondisi tersebut memang telah berlangsung cukup lama, maka hal itu perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan di lapangan.
“Kalau persoalan ini sudah cukup lama dikeluhkan warga, tentu harus ada pengecekan dan tindak lanjut. Jangan sampai persoalan lingkungan seperti ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Ia berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi lingkungan di sekitar SPPG Garanta dan mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan pengelolaan yang tidak sesuai ketentuan.
Korwil MBG Bulukumba yang di hubungi melalui pesan WhatsApp untuk meminta tanggapan mengenai keluhan warga terkait tumpukan sampah dan air limbah di sekitar SPPG Garanta, Namun, hingga berita ini diterbitkan, Korwil MBG Bulukumba belum memberikan respons.
Lp: Kamaluddin










