Parkir RSUD Andi Sulthan Disorot Tajam, Warga Terbebani, Pihak Pengelola Dipertanyakan

Oplus_131072

Bulukumba – Persoalan parkir di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja kembali menuai sorotan. Masyarakat mempertanyakan, apakah parkir di rumah sakit benar-benar dikelola untuk mendukung pelayanan publik atau justru menjadi beban tambahan bagi pasien dan keluarga pasien?
Keluhan warga mencuat di media sosial.

Seorang warga mengaku hanya membawa uang Rp10 ribu saat mengantar anaknya berobat dan mengalami kendala ketika hendak keluar karena uang tunai yang dibawanya tidak mencukupi.

foto:yg lagi viral di Facebook 

Persoalan ini bukan sekadar soal uang parkir. Yang dipertanyakan adalah transparansi tarif, mekanisme pembayaran, toleransi bagi masyarakat, serta siapa yang bertanggung jawab ketika warga menghadapi persoalan di lapangan.

Awak media telah meminta klarifikasi kepada Sul dan Aswin terkait pengelolaan dan pengawasan parkir. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diberikan.

Sikap tersebut semakin membuka ruang pertanyaan publik: siapa sebenarnya yang mengawasi pengelolaan parkir di lingkungan rumah sakit, dan kepada siapa masyarakat harus meminta pertanggungjawaban ketika mengalami kendala?

Manajemen RSUD dan pihak pengelola parkir didesak tidak menganggap persoalan ini sebagai keluhan biasa. Jika seluruh mekanisme telah sesuai ketentuan, buka dan jelaskan kepada publik. Jika ada kekurangan, lakukan pembenahan.

Sebab, masyarakat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan untuk menghadapi persoalan baru akibat sistem parkir yang tidak jelas.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait