Bulukumba – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba kembali memenuhi halaman Kantor DPRD Bulukumba dalam aksi protes besar-besaran. Kali ini, IMM membawa temuan yang dinilai sebagai bukti kegagalan serius pemerintah dalam mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program yang seharusnya menjamin anak-anak mendapatkan makanan aman dan bergizi, Selasa (25/12/2025)
Aksi dimulai dengan lantunan puji syukur dan salawat, namun setelah itu suasana berubah tegang. Orator IMM membeberkan berbagai indikasi kelalaian hingga skandal pengawasan yang mereka temukan selama memantau langsung lapangan.
Temuan Mengejutkan: Dapur SPPG Sebaris dengan Kandang Hewan
IMM menyebut beberapa lokasi SPPG justru beroperasi di tempat yang jauh dari kata layak. Dalam salah satu temuan, dapur SPPG berada satu kawasan dengan kandang hewan, termasuk sarang burung walet, kondisi yang menurut IMM sangat tidak masuk akal untuk sebuah pelayanan gizi bagi anak sekolah.
Bukan hanya satu kasus. IMM mengklaim menemukan beberapa sampel lain yang menunjukkan:
- dapur kotor dan minim sanitasi,
- lokasi produksi yang berada di area tercemar,
- dugaan manipulasi takaran gizi,
- hingga potensi kontaminasi yang secara langsung membahayakan kesehatan siswa.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini pembiaran yang bisa mengancam keselamatan anak-anak,” tegas salah satu orator IMM di tengah aksi.
Koordinator Wilayah MBG Diduga Tutup Mata
Sorotan paling keras diarahkan kepada Koordinator Wilayah MBG Bulukumba. IMM menilai pihak tersebut abai dan diduga membiarkan berbagai pelanggaran terjadi tanpa tindakan tegas.
“Fungsi pengawasan nyaris nol. Dapur yang tidak layak dibiarkan beroperasi, takaran gizi diduga tak sesuai standar, dan laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti. Ini sudah bukan persoalan teknis, ini masalah integritas,” ujar jenderal lapangan IMM.
IMM mengatakan bahwa lemahnya pengawasan tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga membuka ruang penyimpangan dalam proses penyediaan makanan.
DPRD Didesak Bertindak, Bukan Hanya Dengarkan
IMM kembali menegaskan bahwa DPRD Bulukumba tidak boleh hanya menjadi lembaga yang “mendengar keluhan” tanpa tindak lanjut.
“DPRD punya fungsi pengawasan. Kalau DPRD diam, berarti mereka ikut membiarkan,” seru massa IMM dalam orasi mereka.
Tuntutan IMM: Copot, Investigasi, Tutup, dan Awasi
IMM menyampaikan empat tuntutan keras:
- Mendesak DPRD merekomendasikan pencopotan Koordinator Wilayah MBG Bulukumba yang dianggap gagal total dalam pengawasan.
- Mendesak pembentukan tim independen untuk mengawasi penyaluran MBG secara objektif dan transparan.
- Menuntut investigasi menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang tidak layak, termasuk penutupan permanen bagi yang melanggar standar kesehatan.
- Mendesak pendataan dan sosialisasi wajib mengenai kondisi kesehatan dan alergi makanan siswa sebelum MBG disalurkan.
IMM menegaskan bahwa mereka akan terus turun ke jalan sampai pelayanan gizi yang diberikan pemerintah benar-benar aman, layak, dan berpihak kepada peserta didik, bukan kepada pihak yang mencari keuntungan.
Suara massa kembali menggema saat aksi ditutup dengan pekikan:
“Hidup Mahasiswa! Hidup IMM!”
Lp: Kamaluddin







