Senter di Ruang Sidang: Selembar Ijazah 1985 dan Bayang-Bayang Misteri di PN Surakarta

SURAKARTA – Tak ada teriakan. Tak ada interupsi. Namun Selasa siang, 13 Januari 2026, ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surakarta mendadak membeku.

Semua mata tertuju pada satu adegan sederhana namun sarat makna: sebuah senter kecil dinyalakan, diarahkan ke selembar ijazah tua.

Di tangan Rujito, dokumen itu bukan sekadar kertas akademik. Ia adalah ijazah asli Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985 atas nama Bambang Budy Harto, kakak kandungnya yang telah wafat. Tahun, fakultas, dan universitasnya sama persis dengan milik mantan Presiden Joko Widodo.

Hari itu, ijazah lawas tersebut tampil sebagai tokoh utama dalam sidang Citizen Lawsuit yang kembali membuka luka lama soal dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, isu yang tak kunjung benar-benar selesai, bahkan setelah Jokowi lengser dari kekuasaan.

Cahaya yang “Bicara”

Saat senter dinyalakan, cahaya menembus serat kertas yang menguning dimakan usia. Perlahan, pendaran huruf hologram muncul samar, nyaris tak kasatmata, namun cukup untuk memancing keheningan total.

“Kertas ijazah tahun 1985 memang seperti ini,” ujar Rujito tenang, nyaris berbisik.
“Kalau disenter atau kena sinar matahari, akan keluar hologram.”

Baginya, pendaran itu bukan ilusi. Ia menyebutnya tanda keaslian, fitur pengaman era 1980-an yang menurut pengakuannya tidak ia temukan pada salinan ijazah Jokowi yang selama ini beredar di publik.

Senter kecil itu seakan berubah fungsi: bukan lagi alat penerang, melainkan alat uji sejarah.

Ia lalu mengarahkan perhatian majelis hakim ke sudut dokumen pada pasfoto hitam putih almarhum kakaknya. Di sanalah, menurutnya, detail paling menentukan berada.

“Perhatikan cap universitasnya,” katanya tegas.

Pada ijazah Bambang Budy Harto, stempel basah tampak jelas menimpa pasfoto lalu menyambung ke kertas—jejak administrasi klasik yang lazim digunakan untuk menutup celah pemalsuan.

Rujito kemudian menyampaikan klaim pembanding:
pada dokumen ijazah Jokowi yang ia amati, stempel tersebut tidak menunjukkan kesinambungan yang sama, tidak melintasi foto dengan karakteristik khas ijazah keluaran tahun 1985.

Detail kecil, namun berpotensi besar.

Ijazah yang Menjadi Saksi

Bagi kubu penggugat, ijazah Bambang Budy Harto adalah “saksi bisu paling jujur”.
Lulusan. Fakultas. Tahun. Semua identik. Apple to apple.

Meski UGM berulang kali menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni sah, kemunculan bukti fisik di awal 2026 ini kembali mengguncang ruang publik, memancing perdebatan baru di tengah masyarakat yang terbelah.(***)

Pos terkait