Sehari Dua Darah Tumpah di Sinjai: Duel Ipar di Kebun, Tragedi Keluarga Berujung Maut

Sinjai, Sulawesi Selatan – Kabupaten Sinjai melewati dalam bayang-bayang kekerasan. Dua peristiwa berdarah pecah hampir bersamaan di dua kecamatan berbeda, mengguncang ketenangan warga dan memantik respons cepat aparat kepolisian, Jumat (23/1/2026)

Yang membuat kedua insiden ini kian memprihatinkan: semuanya berawal dari konflik internal keluarga.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Maddakko, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat. Dua pria yang masih terikat hubungan keluarga ipar, Marsuki (45) dan Kamaruddin (47), terlibat duel satu lawan satu di kebun milik Kamaruddin.

Keduanya sama-sama petani dan berdomisili di Dusun Kaddorobukua, Desa Barania. Perselisihan yang pemicunya belum terungkap itu memuncak menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

Dalam duel tersebut, tombak dan parang menjadi alat pertikaian. Akibatnya, Kamaruddin mengalami luka tusuk di dada kiri serta luka terbuka di lutut kiri dan harus dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Aparat kepolisian segera mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri akar konflik yang membuat hubungan keluarga berubah menjadi kekerasan terbuka.

Belum reda ketegangan di Sinjai Barat, kabar duka kembali datang dari Dusun Sumpang Ale, Desa Palangka, Kecamatan Sinjai Selatan.

Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah diserang menggunakan parang. Pelaku diduga merupakan kerabat korban sendiri.

“Terduga pelaku sementara dijemput oleh tim Resmob,” ungkap Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso.
“Benar kejadiannya tadi siang,” tambahnya saat dikonfirmasi.

Hingga kini, identitas korban dan terduga pelaku masih dalam pendalaman, begitu pula motif kejadian yang masih diselidiki polisi.

Dua peristiwa berdarah dalam sehari menjadi peringatan serius bagi situasi kamtibmas di Sinjai. Peristiwa ini juga menjadi ujian awal bagi Kapolres Sinjai yang baru, AKBP Fathur Rakhman, yang baru resmi bertugas usai acara kenal pamit dengan pejabat lama, AKBP Harry Azhar, pada Rabu (21/1/2026).

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.“Tahan emosi dan segera laporkan potensi konflik. Jangan sampai masalah pribadi berujung pidana dan merenggut nyawa,” imbau pihak kepolisian.

Rentetan kejadian ini menjadi cermin keras bahwa pertikaian yang dibiarkan membara dapat berubah menjadi tragedi dalam sekejap.(***)

Pos terkait