BULUKUMBA – Pemerintah Kelurahan Kasimpureng menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Lurah Kasimpureng, Selasa (27/1/2026). Forum ini menjadi ajang penting bagi warga untuk menyuarakan kebutuhan prioritas yang selama ini belum tertangani maksimal.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Bulukumba Dapil I H. Safiuddin, S.Sos., M.M., Camat Ujungbulu Andi Syamsir Achyat Patunru, ST, Kepala Puskesmas Caile, Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur LPMK, para Ketua RT/RW, kepala lingkungan, kader PKK dan Posyandu, kepala sekolah SD dan Yayasan Ma’arif, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta perwakilan perempuan.
Jalan 20 Tahun Tak Tersentuh, Banjir Jadi Ancaman Tahunan
Lurah Kasimpureng, A.M. Ikbal, SAP, dalam sambutannya menegaskan sejumlah usulan lama yang kembali didorong menjadi prioritas. Salah satu yang paling disorot adalah kondisi jalan laston yang rusak parah.
“Jalan ini terakhir dikerjakan tahun 2006. Sudah hampir 20 tahun, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan menjadi akses vital warga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, persoalan banjir juga menjadi keluhan utama masyarakat. Pembangunan tanggul Sungai Teko dinilai mendesak karena setiap banjir, air meluap hingga masuk ke permukiman. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan pintu air di kanal sungai serta drainase besar di Jalan Sungai Bialo dan Sungai Balantieng yang setiap tahun terdampak banjir rob.
“Kebutuhan air bersih juga masih menjadi persoalan mendasar warga,” tambah Ikbal.
Ia juga menyampaikan bahwa pada 2025 lalu telah terealisasi pembangunan Posyandu Era Baru serta rehabilitasi TK Damai, sebagai bagian dari peningkatan layanan dasar di kelurahan tersebut.
Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan
Camat Ujungbulu, Andi Syamsir Achyat Patunru, ST, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat hampir semua daerah mengalami efisiensi anggaran. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperhatikan usulan prioritas masyarakat.
“Bapak Bupati Bulukumba tetap mendorong pembangunan yang tuntas dan berkualitas, meski di tengah keterbatasan fiskal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan akan memasuki masa purna tugas pada 1 Maret 2026 dan berharap seluruh lurah terus menjaga kebersamaan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
APBD Turun, DPRD Minta Skala Prioritas Jelas
Anggota DPRD Bulukumba Dapil I, H. Safiuddin, membuka ruang diskusi dengan peserta Musrenbang dan menekankan pentingnya mendengar langsung kebutuhan warga.
“Kita sudah dengar, kebutuhan mendasar di Kasimpureng adalah air bersih, jalan, tanggul, pintu air, termasuk kesejahteraan kader kesehatan. Ini harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa APBD Bulukumba saat ini turun menjadi sekitar Rp1,3 triliun, berkurang hampir Rp300 miliar dari sebelumnya Rp1,6 triliun.
“Ini jadi PR kita bersama, bagaimana memastikan program yang benar-benar prioritas bisa tuntas dan berkualitas,” katanya.
Tiga Delegasi Kawal Usulan ke Tingkat Kecamatan
Musrenbang Kelurahan Kasimpureng ditutup pukul 12.30 WITA. Seluruh usulan akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan oleh tiga delegasi yang ditunjuk, yakni Andi Indra Bangsawan, Ulil Amri, dan Erna Wati Gamal.
Harapannya, suara warga Kasimpureng tidak hanya berhenti di forum kelurahan, tetapi benar-benar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.
Lp: Kamaluddin







