SKENARIO RUMAH TANGGA PALING JANGGAL: ISTRI JADI “MUCiKARI”, SUAMI JADI KOMODITAS

Fantasi Menyimpang Dibisniskan, Tarif Dipatok Rp500 Ribu Sekali Pertemuan

Surabaya – Sebuah pengungkapan kasus oleh Polrestabes Surabaya memunculkan potret gelap relasi rumah tangga yang tak lazim. Jika selama ini praktik prostitusi menyimpang identik dengan suami yang mengeksploitasi istri, kali ini perannya terbalik. Seorang istri muda justru diduga menjadikan suaminya sebagai “barang dagangan” dalam layanan fantasi seksual berbayar, 23/01/2026.

Tersangka berinisial VR (20) disebut sebagai otak dari praktik tersebut. Ia bukan korban, bukan pula pihak yang dipaksa. Polisi menyebut, justru VR yang aktif merancang, menawarkan, hingga mengatur pertemuan dengan pria lain melalui media sosial.

“Tersangkanya istrinya, karena dia yang menjual korban, yang tak lain adalah suaminya sendiri,” tegas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.

Dengan tarif Rp500 ribu sekali pertemuan, layanan itu dijalankan di hotel sesuai kesepakatan dengan pelanggan. Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat soal aktivitas mencurigakan. Saat digerebek, tiga orang diamankan di kamar hotel.

Yang membuat kasus ini mencolok bukan sekadar soal asusila, melainkan dimensi eksploitasi dalam lingkup rumah tangga sendiri. Relasi suami–istri yang semestinya berbasis kepercayaan berubah menjadi transaksi.

Aparat menilai praktik ini sudah melampaui batas pelanggaran moral biasa. VR dijerat:

UU No. 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian

Kasus ini menjadi alarm bahwa media sosial kini bukan hanya ruang interaksi, tetapi juga lahan subur praktik eksploitasi dengan pola yang makin tak terduga. Polisi memastikan penelusuran akan dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan jaringan atau pola serupa.(***)

 

Pos terkait