Diare Massal di SMKN 4 Bulukumba, IMM Desak Bupati Gunakan Kewenangan Keppres 28/2025 untuk Tutup Dapur SPPG di Herlang

BULUKUMBA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bulukumba kembali bereaksi keras atas insiden gangguan kesehatan massal yang menimpa sejumlah siswa di SMKN 4 Bulukumba, Kecamatan Herlang.

Para siswa dilaporkan mengalami diare akut dan gangguan pencernaan serius pasca-mengonsumsi makanan yang diduga disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah tersebut.

Menyikapi kondisi ini, IMM Bulukumba melalui Ketua Umum Komisariat FKIP, Jayadi Adro, mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh dan mengambil langkah tegas berupa penutupan operasional dapur penyedia.

“Kejadian di SMKN 4 Bulukumba ini adalah alarm keras. Dapur gizi yang seharusnya menjadi instrumen penguatan kesehatan justru menjadi ancaman bagi siswa. Kami mendesak Bupati Bulukumba untuk tidak ragu menggunakan kewenangannya sesuai Keppres Nomor 28 Tahun 2025 untuk merekomendasikan penghentian permanen bagi yayasan penyedia yang lalai dalam standar keamanan pangan,”tegas jayadi dalam keterangan resminya, Kamis (5/02/2026.

Jayadi menambahkan bahwa IMM Bulukumba menilai adanya indikasi ketidaksesuaian prosedur higienitas dalam proses pengolahan makanan. Menurutnya, hak anak didik untuk mendapatkan nutrisi yang aman telah dilanggar.

“Kami berharap kepada dinas terkait dan Badan Gizi Nasional di tingkat daerah untuk turun melakukan audit investigatif. Jika tidak ada tindakan konkret, kami khawatir hal serupa akan terulang di kecamatan lain. Keselamatan siswa adalah hukum tertinggi,” lanjut Jayadi.

IMM Bulukumba juga menyoroti peran yayasan penyedia di SMKN 4 Bulukumba yang dinilai gagal menjalankan mandat pelayanan gizi. Mereka menuntut agar proses pengadaan dan pengelolaan SPPG di seluruh Kabupaten Bulukumba dibuka secara transparan kepada publik guna menghindari praktik-praktik yang merugikan masyarakat, Tegasnya.(*)

 

Lp: Kamaluddin 

Pos terkait