Sibolga, Wali Kota Sibolga – Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya kembali ke Sibolga dengan selamat pada Sabtu (29/11), setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak selama tiga hari akibat terjebak banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Syukri terakhir kali memberikan kabar melalui pesan WhatsApp pada Selasa siang (25/11), menyampaikan bahwa dirinya terkepung bencana dan sulit mendapatkan akses komunikasi. Setelah itu, jaringan di lokasi terputus total, memicu kekhawatiran luas dari warga dan berbagai pihak, mengingat kondisi wilayah yang benar-benar terisolasi.
Berjalan Kaki 50 Km Lintasi Hutan, Bukit, dan Sungai
Selama tiga hari tanpa komunikasi, Wali Kota Akhmad Syukri menempuh perjalanan ekstrem sejauh sekitar 50 kilometer dengan berjalan kaki. Ia melewati rute penuh bahaya: hutan lebat, jalur bukit licin, sungai yang meluap, hingga area longsor yang mengubur badan jalan.
Akibat perjalanan berat itu, Syukri mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Namun tekadnya untuk kembali ke Sibolga dan memastikan kondisi warganya membuat ia terus melanjutkan perjalanan hingga tiba dengan selamat.
Usai mendapat perawatan medis singkat, Syukri langsung turun memantau kondisi pengungsi dan memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.
NasDem: Jangan Sebar Fitnah di Tengah Bencana
Ketua DPP NasDem Teritori Aceh, Bakhtiar Akhmad Sibarani, turut menanggapi munculnya fitnah yang menyebut Wali Kota Syukri sengaja tidak merespons dan bersantai di tengah bencana. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut jauh dari fakta.
“Alhamdulillah beliau sudah kembali. Kepada para pemfitnah yang menyampaikan Wali Kota santai-santai di tengah kondisi bencana alam di Sibolga, kami hanya bisa mendoakan kalian dan keluarga dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bakhtiar.
Ia juga menambahkan, siapapun yang bisa aktif membagikan kegiatan saat bencana besar terjadi, dapat dipastikan bukan berada di Sibolga atau Tapteng. “Termasuk saya yang masih bisa terus berkomunikasi dengan teman-teman media, karena sedang tidak di sana,” tegas mantan Bupati Tapteng itu.(***)







