Pria Hilang Tiga Tahun Ditemukan di Pangandaran, Hidup Menyendiri di Hutan Ki Brewoh dan Bertahan dengan Daun Singkong

PANGANDARAN – Warga Dusun Madasari, Desa Madasari, Kecamatan Cimerak, dikejutkan oleh penemuan seorang pria misterius yang selama ini menghuni kawasan hutan Bukit Ki Brewoh. Sosok tersebut ternyata adalah Anzahyar Laadjim alias Anca (26), pemuda asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang dilaporkan hilang selama tiga tahun terakhir.

Keberadaan Anca terungkap setelah rekaman CCTV sebuah warung memperlihatkan dirinya mengambil makanan pada Minggu dini hari, 10 Desember 2025. Aksinya yang terekam itulah yang menjadi titik awal terbongkarnya teka-teki hilangnya sejumlah bahan makanan milik warga—mulai dari nasi, beras, telur hingga daging ayam.

“Rekaman CCTV itu jadi kunci. Warga sudah lama curiga karena makanan sering hilang,” ujar Kusmawan, Kepala Dusun Madasari.

Warga dan para pemuda kemudian melakukan pengintaian hingga akhirnya berhasil menangkap Anca tanpa perlawanan. Saat ditanyai, pemuda itu terlihat kebingungan namun kooperatif.

Hilang Tiga Tahun, Ternyata Tinggal di Hutan

Setelah diamankan, warga menelusuri identitas Anca dan berhasil menemukan saudaranya di Tasikmalaya. Pihak keluarga mengaku terkejut karena Anca telah menghilang tanpa kabar selama tiga tahun, meninggalkan rumah sejak kabur dari Bandung.

Kepada warga, Anca mengaku lari karena merasa tertekan dengan tuntutan keluarga untuk melanjutkan kuliah. Ia kemudian memilih hidup menyendiri dan bersembunyi di Bukit Ki Brewoh.

Bertahan Hidup dengan Daun Singkong dan Ikan Terdampar

Kondisi Anca saat ditemukan sangat memprihatinkan. Ia hanya membawa dua potong baju dan satu celana robek. Tempat tinggalnya yang tersembunyi di pedalaman hutan juga hanya berisi wajan bekas dan sisa makanan sederhana.

Tas lusuh yang dibawanya berisi daun singkong, makanan yang kerap ia konsumsi ketika kelaparan. Jika kondisi semakin mendesak, Anca mengaku memakan ikan yang terdampar di bibir pantai.

“Kalau tak ada apa-apa, dia ambil sedikit makanan dari warung yang tidak dikunci,” kata Kusmawan.

Penemuan Anca menggegerkan warga sekaligus menimbulkan keharuan. Pemuda yang hilang bertahun-tahun itu kini diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut. Warga berharap kisahnya menjadi pelajaran bahwa tekanan mental bisa menyeret seseorang pada pilihan ekstrem.(***)

Pos terkait