Suara Kritis Ketua JWI Sulsel: Pers Bukan Corong Kekuasaan, Tapi Penjaga Kepentingan Publik

Bulukumba – Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sulawesi Selatan, Muhammad Darwis, melontarkan pesan tegas kepada seluruh insan pers agar tidak kehilangan jati diri dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam keterangan persnya, Kamis (12/3/2026), Darwis yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Indo Media Panrita menegaskan bahwa wartawan harus mampu menjaga keseimbangan antara kritik dan kolaborasi dengan pemerintah.

Menurutnya, sinergitas antara wartawan, pemerintah, dan masyarakat memang penting, namun hal itu tidak boleh menghilangkan independensi pers sebagai pengawas kekuasaan dan penyambung suara rakyat.

“Pers tidak boleh berubah menjadi sekadar corong kekuasaan. Wartawan harus tetap berdiri di tengah—menyampaikan fakta, mengawal kebijakan, dan memastikan kepentingan publik tidak diabaikan,” tegas Darwis.

Ia menyebutkan bahwa wartawan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui pemberitaan yang tajam, berimbang, dan beretika, pers dapat membantu pemerintah memperbaiki kebijakan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jujur dan transparan.

Darwis juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan maraknya kabar yang belum tentu benar, profesionalisme wartawan menjadi benteng utama kepercayaan publik.

Karena itu, Jajaran Wartawan Indonesia terus mendorong penguatan kapasitas wartawan melalui peningkatan kompetensi, pemahaman kode etik jurnalistik, serta komitmen untuk menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Sinergitas bukan berarti kehilangan keberanian untuk bersuara. Justru di situlah peran pers diuji: mampu bekerja sama dengan pemerintah, tetapi tetap kritis demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Darwis berharap hubungan antara media, pemerintah, dan masyarakat di Sulawesi Selatan terus terbangun secara sehat dan terbuka. Dengan demikian, pers dapat menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi yang menjaga transparansi, mengawal pembangunan, dan memperjuangkan suara publik.

 

Lp: Kamaluddin 

Pos terkait