BULUKUMBA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bulukumba kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal dugaan penyelewengan anggaran di tubuh dinas pendidikan Bulukumba Hari ini, Rabu (08/04),
PC IMM Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba untuk menuntut kejelasan atas penanganan kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Rehabilitasi Sekolah Tahun Anggaran 2024 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba yang diperkirakan bernilai Rp52 miliar.
Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP) PC IMM Bulukumba, Revais Lesnusa, ini membawa pesan tegas kepada aparat penegak hukum untuk tidak bermain mata dalam kasus yang menyentuh sektor pendidikan tersebut.
Meskipun aksi sempat diwarnai ketegangan dengan aparat Satpol PP di lapangan, massa aksi berhasil memastikan tuntutan mereka diterima langsung oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bulukumba. Dalam aksi tersebut PC IMM Bulukumba menyampaikan tiga poin pernyataan sikap diantaranya:
1. Mendesak Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kegiatan DAK T.A 2024 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba.
2. Meminta kejelasan follow-up atas proses penanganan dokumen dan berkas-berkas yang sebelumnya telah diminta oleh pihak Kejari kepada Dinas Pendidikan terkait DAK tersebut.
3. Menuntut Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk menjalankan prinsip transparansi kepada publik dalam menangani perkara dugaan korupsi DAK (Rehabilitasi) 2024 ini, guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Bulukumba
Tiga poin tersebut sesuai dengan muatan pokok lembar pernyataan sikap IMM.
Revais Lesnusa menegaskan bahwa langkah ini merupakan follow-up dari gerakan-gerakan sebelumnya. “Kami tidak akan berhenti sampai ada titik terang. DAK sebesar Rp52 miliar adalah uang rakyat yang semestinya digunakan untuk perbaikan fasilitas pendidikan, bukan untuk memperkaya oknum tertentu. Kami menuntut Kejari baru Bulukumba agar menunjukkan taringnya dalam memberantas praktik korupsi di Bulukumba,” tegas Revais.
Selain poin tuntutan, IMM Bulukumba juga menyoroti perilaku aparat Satpol PP di lapangan yang dinilai tidak profesional, yang memicu meluapnya tindakan tindakan represif kepada kader kader IMM.
namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kader untuk terus menyuarakan kebenaran. IMM Bulukumba berkomitmen akan terus mengawal proses ini hingga sampai ke mendapat kepastian hukum yang jelas, Terang Kabid HPKP IMM Bulukumba.
Lp: Kamaluddin










