Bulukumba — Kepergian Syapri Harapa, yang akrab disapa Daeng Cape, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Pallatoae Baru, Kelurahan Kasimpureng, Kabupaten Bulukumba.
Malam takziah pertama yang digelar di kediaman keluarga almarhum di kawasan Jalan Sungai Balangtieng, Pallatoae Baru, berlangsung penuh haru. Ratusan masyarakat datang silih berganti, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengiringi kepergian almarhum dengan doa.
Di tengah suasana kehilangan tersebut, hadir Kapolsek Ujung Bulu Iptu Rudi, S.H., Lurah Kasimpureng, para kepala lingkungan di wilayah Kelurahan Kasimpureng, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum, serta ratusan warga.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa almarhum bukan sosok yang asing bagi masyarakat. Selama hidupnya, Syapri Harapa dikenal warga sebagai pribadi yang baik dan dekat dengan masyarakat.
Ustaz Maulana dipercaya menyampaikan tausiah pada malam takziah tersebut. Pesan keagamaan yang disampaikan menjadi pengingat bagi seluruh pelayat bahwa kehidupan dunia memiliki batas dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali menghadap Sang Pencipta.
Di hadapan keluarga dan masyarakat yang larut dalam duka, tausiah tersebut mengajak seluruh yang hadir untuk menjadikan kepergian almarhum sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, mempererat silaturahmi dan mengingat kehidupan akhirat.
Suasana pun semakin khidmat ketika doa dipanjatkan bersama untuk almarhum.
Bagi masyarakat Pallatoae Baru, kepergian Syapri Harapa meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah digantikan. Warga mengenang almarhum sebagai orang baik yang selama ini hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ucapan duka datang dari berbagai kalangan. Mereka berharap kebaikan yang telah dilakukan almarhum semasa hidup menjadi amal yang terus mengalir dan menjadi jalan bagi datangnya rahmat Allah SWT.
“Beliau orang baik. Kita semua kehilangan. Mari kita iringi kepergian beliau dengan doa,” demikian harapan yang disampaikan warga yang hadir.
Malam itu, rumah duka bukan hanya dipenuhi kesedihan. Tempat tersebut juga menjadi ruang kebersamaan. Warga berkumpul, bersalaman, saling menguatkan, dan bersama-sama mengirimkan doa untuk seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan lingkungan mereka.
Kini, suara dan aktivitas almarhum tidak lagi terdengar di tengah masyarakat. Namun, kenangan tentang kebaikannya tetap tinggal di hati mereka yang pernah mengenalnya.
Selamat jalan Syapri Harapa (Daeng Cape).
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan tempat peristirahatannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan dan ketabahan.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Kalau ingin lebih “menggigit” untuk portal berita, �saya bisa buatkan versi dengan judul seperti: “Bukan Sekadar Kepala Lingkungan, Kepergian Syapri Harapa Tinggalkan Duka Mendalam di Kasimpureng” dan lead yang lebih kuat.
Lp:Kr.Tompo










