Ketika Pemberantas Narkoba Justru Dipertanyakan, dugaan transaksi perkara Jadi Tamparan Bagi Polres Bone

Oplus_131072

BONE – Aksi unjuk rasa di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026), menyoroti serius penanganan dugaan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu sabu di lingkungan Satnarkoba Polres Bone.

Nama Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, S.H., M.H., menjadi salah satu yang paling dicari dan dipertanyakan oleh massa aksi.

Bukan tanpa alasan, massa mendesak kehadiran Iptu Irham untuk memberikan penjelasan terkait dugaan praktik tangkap, bayar, lalu lepas serta dugaan permainan pasal dalam penanganan perkara narkotika.

Sorotan tersebut mencuat setelah beredarnya rekaman suara yang diduga memperdengarkan permintaan uang oleh oknum bawahan kepada keluarga seseorang yang tersangkut kasus narkoba.

Rekaman itu menjadi salah satu persoalan yang dipertanyakan massa aksi. Mereka menilai dugaan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut integritas aparat penegak hukum, khususnya institusi yang memiliki kewenangan memberantas peredaran narkotika.

Namun, di tengah berlangsungnya aksi, Iptu Irham tidak terlihat bersama jajaran kepolisian yang menerima dan menemui massa demonstran.

Ketidakhadiran Kasat Narkoba tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah perwakilan massa. Mereka mempertanyakan mengapa pejabat yang namanya menjadi sorotan justru tidak hadir untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Padahal, persoalan yang disuarakan bukan perkara ringan. Dugaan permintaan uang oleh oknum anggota, praktik tangkap bayar dan lepas, hingga dugaan permainan pasal merupakan tudingan serius yang membutuhkan penjelasan terbuka dan pemeriksaan secara objektif.

Masyarakat tentu berhak mendapatkan kepastian bahwa penanganan perkara narkotika berjalan sesuai hukum, bukan berdasarkan kepentingan atau transaksi tertentu.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Kapolres Bone dan jajaran pengawas internal Polri. Apakah dugaan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh, atau justru berhenti sebatas polemik di tengah masyarakat?

Jika memang tidak ada pelanggaran, klarifikasi terbuka menjadi penting untuk menjawab keraguan publik. Sebaliknya, apabila ditemukan bukti pelanggaran, tindakan tegas harus diberikan tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini disusun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Hak jawab dan penjelasan Kasat Narkoba maupun Kapolres Bone tetap terbuka untuk dimuat secara berimbang.

Publik kini menunggu, bukan sekadar janji pemberantasan narkoba, tetapi juga transparansi dan integritas aparat yang diberi amanah menegakkan hukum.(***)

Pos terkait