Bulukumba – Malam itu, angin laut Pantai Merpati berhembus pelan. Lampu-lampu panggung menyala, mengusir gelap yang perlahan menutup Bulukumba. Ribuan mata tertuju ke satu arah—bukan sekadar menunggu pergantian tahun, tetapi menyaksikan sebuah pesan penting: pengabdian tak pernah luput dari perhatian.
Di tengah suasana pergantian Tahun Baru 2026, Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf berdiri di podium. Bukan untuk merayakan kembang api, melainkan untuk memberi makna pada kerja sunyi para penjaga keamanan. Malam itu, delapan personel Polres Bulukumba dipanggil satu per satu. Mereka naik ke panggung bukan sebagai aparat berseragam semata, tetapi sebagai wajah pengabdian negara di tengah masyarakat.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati, dalam rangkaian acara “Malam Menata Masa Depan Kabupaten Bulukumba.” Sebuah tema yang terasa pas karena masa depan yang tertata, selalu berangkat dari rasa aman.
Bagi Bupati Bulukumba, keamanan bukan hanya soal patroli dan penegakan hukum, tetapi tentang kehadiran aparat yang bekerja dengan hati.
“Malam ini kita memberi penghargaan, bukan hanya kepada institusi, tetapi kepada manusia-manusia yang memilih mengabdi, bahkan ketika tak selalu disorot,” ucapnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Di barisan penerima penghargaan, ada nama-nama yang akrab dengan kerja lapangan: Kompol Syamsul Bahri, AKP Akhmad Risal, AKP Baharuddin, AKP H. M. Nawir, AKP H. Mulyadi, Iptu Muhammad Ali bersama Tim Resmob, Iptu Rudi Adri Purwanto, hingga Aipda Ahmad Syarifuddin. Mereka datang dari fungsi yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu hal: dedikasi tanpa pamrih.
Ada yang berjibaku membongkar kasus curanmor, curnak, dan begal. Ada yang menjaga jalan tetap lancar ketika ribuan kendaraan bergerak merayakan libur akhir tahun. Ada yang bekerja dalam senyap, mendeteksi potensi gangguan sebelum masyarakat menyadarinya. Bahkan, ada yang memulai perubahan dari hal sederhana—menyediakan motor sampah demi lingkungan yang lebih bersih.
Tak ketinggalan, penghargaan juga diberikan atas kontribusi sosial yang melampaui tugas formal, seperti peran aktif dalam pembangunan Masjid Nurul Fad di Bontobahari. Sebuah bukti bahwa polisi tidak hanya hadir saat masalah datang, tetapi juga saat masyarakat membangun harapan.
Di sisi panggung, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. menyaksikan dengan raut bangga. Baginya, penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Ini adalah amanah. Ketika pemerintah daerah memberi kepercayaan, maka tugas kami adalah menjaganya dengan kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Malam terus berjalan. Tahun berganti. Namun bagi para penerima penghargaan itu, detik-detik pergantian waktu membawa pesan yang akan mereka ingat lama: kerja keras mereka terlihat, pengabdian mereka dihargai.
Di Pantai Merpati, Bulukumba tidak hanya menyambut tahun baru. Ia merayakan nilai, bahwa keamanan, ketulusan, dan pengabdian adalah fondasi utama menata masa depan.
Lp: Kamaluddin







