Bulukumba – Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Loe memilih jalan bijak dan bermartabat dalam menangani kasus tawuran antar remaja yang melibatkan 15 orang di wilayah Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Alih-alih bertindak represif, polisi justru mengedepankan pendekatan humanis berbasis pembinaan dan kekeluargaan.
Langkah persuasif ini diambil atas kesepakatan bersama antara orang tua, pemerintah setempat, serta Bhabinkamtibmas. Para remaja tersebut kemudian “dititipkan” untuk mendapatkan pembinaan langsung di Mapolsek Ujung Loe sebagai upaya mencegah mereka kembali terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Kapolsek Ujung Loe, IPTU Rudi Adri P, S.H., XI, saat dikonfirmasi awak media pada Jumat malam (2/1/2025), menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral bersama demi menyelamatkan masa depan generasi muda.
“Kami tidak ingin mematahkan masa depan mereka. Orang tua dan pemerintah setempat mempercayakan kepada kami agar anak-anak ini dibina. Jika mereka menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik, besok akan kami kembalikan kepada orang tua masing-masing,” ujar IPTU Rudi Adri.
Selama proses pembinaan, suasana humanis begitu terasa. Para remaja tidak hanya diberikan nasihat, arahan, serta pembekalan moral, tetapi juga diajak makan bersama di Mapolsek Ujung Loe. Kebersamaan tersebut menjadi simbol pendekatan kekeluargaan sekaligus upaya membangun kedekatan emosional antara polisi dan para remaja.
Langkah Kapolsek Ujung Loe ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya aktivis Arif Dinata, yang menilai pendekatan humanis jauh lebih efektif dalam membina remaja dibandingkan tindakan represif semata.
Kapolsek menegaskan, pembinaan ini diharapkan menjadi efek jera yang bersifat mendidik, sekaligus momentum untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mengawasi pergaulan remaja.
“Kami ingin mereka sadar bahwa masa depan masih panjang dan harus dijaga. Peran orang tua, masyarakat, dan lingkungan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, IPTU Rudi Adri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kondusivitas wilayah, khususnya dengan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja agar terhindar dari tindakan yang berpotensi melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum.
Lp: Kamaluddin







