MBG! Dugaan Makanan Tak Layak Viral, LSM GMBI Minta SPPG Nakal Dicabut Izinnya

Lebak – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak yang seharusnya menjadi harapan peningkatan gizi anak-anak justru tercoreng. Dugaan makanan tidak layak konsumsi yang viral di masyarakat memicu kemarahan publik dan sorotan keras dari berbagai pihak.

Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, angkat suara lantang. Ia mendesak Satgas MBG Kabupaten Lebak tidak bersikap lunak terhadap penyedia makanan bergizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar.

Menurutnya, ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan persoalan serius yang menyangkut kesehatan generasi muda.MBG ini program besar untuk anak-anak. Kalau kualitas makanan diabaikan, itu bukan kelalaian kecil, tapi ancaman nyata bagi kesehatan. SPPG yang bermain-main harus ditindak tegas,” tegas King Naga, Selasa.

Ia menilai, jika benar ditemukan makanan tidak layak, maka ada kegagalan dalam rantai pengawasan  mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi.

King Naga juga menyentil pola pengawasan yang dinilai terlalu administratif dan kurang menyentuh kondisi nyata di lapangan.Pengawasan jangan cuma di atas kertas. Harus turun langsung cek dapur, cek bahan, cek cara pengolahan. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” ujarnya.

LSM GMBI bahkan mendorong langkah paling keras: pencabutan izin SPPG yang terbukti lalai atau sengaja menurunkan kualitas makanan demi keuntungan.Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. Program bagus bisa hancur karena ulah oknum. Kasatgas MBG harus berani bersih-bersih,” tambahnya.

Sebagai bentuk kontrol sosial, GMBI Distrik Lebak menyatakan akan membuka posko pengaduan masyarakat untuk menampung laporan terkait dugaan MBG yang tidak sesuai standar gizi dan kelayakan konsumsi.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa program sosial berskala besar seperti MBG tidak hanya butuh anggaran, tetapi juga integritas, pengawasan ketat, dan keberanian menindak pelanggaran. Masyarakat kini menunggu, apakah Satgas MBG Lebak benar-benar bertindak, atau kepercayaan publik kembali terkikis.(***)

Pos terkait