Mojokerto – Program Makan Bergizi Gratis kembali menuai sorotan. Puluhan santri Pondok Pesantren Mahad An-Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu makanan yang dibagikan di sekolah.
Para santri mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga lemas. Gejala tersebut muncul tidak lama setelah makanan dikonsumsi, memicu kepanikan di lingkungan pondok pesantren. Kondisi ini memaksa pihak pengelola membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama kepolisian dan tim Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri dugaan penyebab keracunan, termasuk pengamanan sampel makanan yang dikonsumsi para santri.
Sebagian korban harus dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit. Di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari, tercatat sebanyak 49 pelajar menjalani perawatan medis. Menariknya, bukan hanya pelajar yang terdampak. Sejumlah orang tua yang sempat mencicipi menu makanan bergizi gratis tersebut juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung menjenguk para korban di rumah sakit. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis agar keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak, benar-benar terjamin.
Hingga saat ini, hasil uji laboratorium terhadap makanan masih ditunggu. Aparat dan instansi terkait memastikan proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kejadian yang kembali mencoreng pelaksanaan program pangan bagi pelajar tersebut.(***)







